VW Berencana Ubah Pabrik Mobil Jadi Produksi Senjata untuk Israel

VW Berencana Ubah Pabrik Mobil Jadi Produksi Senjata untuk Israel

Otomotif | okezone | Minggu, 5 April 2026 - 19:16
share

JAKARTA – Volkswagen dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk mengubah salah satu pabrik mobilnya di Jerman menjadi pusat produksi sistem pertahanan rudal Israel.

Menurut laporan Financial Times, pabrikan mobil tersebut telah mengadakan pembicaraan dengan Rafael Advanced Defense Systems Israel mengenai pengalihan fungsi pabrik Osnabrück, dari produksi kendaraan menjadi pembuatan komponen untuk sistem Iron Dome Israel.

Langkah ini menggarisbawahi tekanan yang semakin besar pada sektor otomotif Jerman, yang berjuang untuk bersaing dengan produsen kendaraan listrik China.

Rencana ini juga menjadi ironi jika melihat sejarah Volkswagen, yang selama Perang Dunia Kedua menghentikan produksi mobil dan beralih ke pembuatan senjata untuk Nazi Jerman.

Proposal ini menunjukkan pergeseran yang lebih luas, karena sebagian industri Jerman semakin mendekati produksi pertahanan dengan dukungan dari Berlin.

Berdasarkan rencana tersebut, pabrik itu akan memproduksi komponen utama Iron Dome, termasuk platform peluncuran, unit daya, dan kendaraan berat yang digunakan untuk mengangkut sistem rudal. Produksi dapat dimulai dalam waktu 12 hingga 18 bulan dengan investasi baru yang terbatas.

 

Jerman telah meningkatkan pengeluaran militer dan memperdalam hubungan pertahanan dengan Israel, memperkuat perannya sebagai salah satu pendukung terkuat Israel di Eropa.

Pada Desember, Berlin menyetujui kesepakatan senilai USD 3,1 miliar untuk membeli sistem pertahanan rudal Arrow 3 Israel, menyusul kesepakatan senilai USD 3,5 miliar dua tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, kontrak tersebut menandai penjualan senjata terbesar Israel hingga saat ini, senilai lebih dari USD 6,6 miliar.

Kesepakatan ini meningkatkan industri pertahanan Israel di tengah meningkatnya isolasi internasional atas perangnya di Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jerman memasok sekitar 30 persen senjata impor Israel, kedua setelah Amerika Serikat yang menyumbang hampir 60 persen.

Topik Menarik