4 Tips Buka Buka saat Masih Mengemudi Mobil, Harus Tetap Waspada
JAKARTA – Pada bulan Ramadhan ini, kemacetan lalu lintas bergeser menjadi menjelang magrib. Pada saat ini, lalu lintas macet karena bertepatan dengan masyarakat pulang kerja untuk dapat berbuka di rumah. Namun, pada saat-saat ini, kadang pula terpaksa membatalkan puasa saat tengah berkendara, termasuk mengemudi mobil.
Kondisi ini sulit untuk dihindari. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika waktu berbuka datang saat masih mengemudi. Berikut tips buka puasa ketika mengemudi mobil, sebagaimana dibagikan Auto2000, Selasa (3/3/2026):
1. Bawa Bekal untuk Buka Puasa
Bawa bekal yang cukup untuk buka puasa. Paling mudah adalah air mineral atau air dalam kemasan dengan rasa yang manis dan menyegarkan. Hindari membawa minuman bersoda atau kopi karena akan membuat perut tidak nyaman, juga tidak terlalu panas atau dingin supaya bisa langsung diminum.
Tidak perlu membawa makanan berat seperti nasi dan lauk pauk karena akan merepotkan dan mengantuk karena kekenyangan. Hindari makanan yang getas dan mudah berantakan saat digigit karena akan berserakan dan membuat kabin kotor, bahkan mengalihkan perhatian yang bisa memicu kecelakaan.
2. Makanan dan Minuman Dipersiapkan Sebelum Jalan
Sebelum jalan, buka dulu segel plastik penutup kemasan makanan dan minuman supaya tidak membuat repot di jalan. Atur dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti pada panel pintu, konsol tengah, atau cup holder. Pastikan kemasannya diletakkan dengan kuat supaya tidak mudah jatuh saat mobil bergerak, seperti ketika pengereman mendadak.
3. Dilarang Berhenti di Bahu Jalan
Usahakan untuk menepikan kendaraan ke tempat yang aman seperti rest area jalan tol, pom bensin, mesjid, mini market, atau tempat keramaian lainnya. Jangan paksakan berhenti di tempat yang tidak layak seperti di bahu jalan meskipun hanya sejenak.
Berhenti di pinggir jalan akan menghambat laju kendaraan lain dan dapat memicu kecelakaan yakni ditabrak dari belakang. Pastikan pula lokasi parkir aman dari tindak kriminal dan tidak mengganggu aktivitas orang lain.
4. Tetap Waspada
Kalau ternyata kesulitan berhenti, batalkan puasa dengan minum air putih atau air manis terlebih dulu. Tetap waspada dengan kondisi jalan, ambil makanan kecil dan kunyah perlahan. Makan secukupnya dan jangan bernapsu menghabiskan semuanya sekaligus. Hindari minum berlebih karena akan memancing buang air kecil.
Usahakan tidak memegang makanan dan minuman dengan kedua tangan. Satu tangan harus tetap fokus memegang kendali pada kemudi sebagai langkah antisipasi ketika ingin manuver mendadak. Kurangi kecepatan mobil hingga batas minimal yang aman dan tetap jaga kewaspadaan selama berkendara. Kalau sudah dapat tempat berhenti yang layak, bisa melanjutkan proses berbuka puasa.







