Selisih Rp30 Juta, Pilih Geely EX2 Pro atau Max? Ini Bedanya Biar Gak Salah Beli!

Selisih Rp30 Juta, Pilih Geely EX2 Pro atau Max? Ini Bedanya Biar Gak Salah Beli!

Otomotif | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 13:44
share

Geely Auto Indonesia resmi membelah pasar crossover listrik melalui dua varian utama, Geely EX2 Pro dan Geely EX2 Max, dengan selisih harga Rp30 juta yang menjadi penentu antara fungsionalitas murni atau kemewahan teknologi. Kehadiran dua kasta ini memaksa konsumen untuk menakar kembali kebutuhan mereka terhadap fitur keselamatan aktif dan kenyamanan digital di tengah tren elektrifikasi yang kian kompetitif.

Geely EX2 Pro hadir untuk menyasar segmen pengguna pertama (first-time buyer) kendaraan listrik yang sangat sensitif terhadap harga. Varian Pro dibanderol dengan harga perkenalan Rp229.000.000, yang akan naik menjadi Rp255.000.000 setelah 15 Februari 2026. Sementara itu, varian Max dipasarkan pada harga Rp259.000.000 dan akan terkerek ke angka Rp285.000.000 pada periode yang sama.

Sektor Kaki-kaki

Melihat sisi eksterior, perbedaan paling mencolok terletak pada sektor roda. Geely EX2 Pro masih mengandalkan velg kaleng (steel wheel) berukuran 15 inci, berbanding terbalik dengan varian Max yang sudah menggunakan velg aluminium alloy 16 inci yang jauh lebih elegan. Dari sisi dimensi, terdapat perbedaan tipis pada ground clearance; varian Pro setinggi 160,2 mm, sedikit lebih rendah dibanding Max yang mencapai 162 mm. Meski secara data berbeda, tapi nyaris tidak kasat mata secara visual.

Kesenjangan Teknologi dan Keselamatan

Beda terbesar pada varian Pro terletak pada absennya sistem keselamatan aktif ADAS Level 2. Di saat standar keamanan mobil modern mulai beralih ke otomatisasi, pembeli varian Pro harus puas dengan fitur keselamatan pasif standar. Selain itu, varian Pro kehilangan side curtains air bag yang tersedia di varian Max.

Sisi bantuan mengemudi pun dipangkas signifikan; jika varian Max dibekali kamera 540 panoramic view yang mampu melihat hingga kolong mobil, varian Pro hanya dilengkapi kamera mundur (rear camera) biasa. Logika kenyamanan di dalam kabin juga berbeda drastis. Pengaturan kursi pengemudi di varian Pro masih bersifat manual (6 way manual adjustable seat), berbeda dengan sistem elektrik pada varian Max.

Konektivitas dan Estetika

Bagi konsumen urban yang mengutamakan ekosistem digital, absennya koneksi 4G dan remote app vehicle control pada varian Pro menjadi catatan penting. Fitur-fitur modern seperti Remote Schedule Charging, remote ventilation untuk AC, hingga ketiadaan USB port di baris kedua membuat varian Pro terasa sangat konvensional. Artinya, Anda tidak bisa mengontrol mobil lewat aplikasi di smartphone. Memang tidak semua menganggap ini penting. Tapi, bagi yang terbiasa dengan teknologi, fitur ini sangat membantu. Secara estetika, Geely EX2 Pro tidak menawarkan opsi warna two-tone pada eksterior dan tidak menyediakan pilihan interior mewah ivory white. Kabin varian Pro juga kehilangan sentuhan 256 color urban starlight ambient light yang menjadi ciri khas kemewahan varian Max.

Kesimpulannya, selisih Rp30 juta antara keduanya bukan sekadar urusan aksesoris. Varian Max menawarkan lompatan teknologi dan keamanan yang jauh lebih relevan untuk penggunaan jangka panjang di kota besar. Namun, bagi konsumen yang hanya mencari mobilitas listrik paling terjangkau dengan struktur bodi yang sama kuat, Geely EX2 Pro tetap menjadi opsi yang masuk akal sebelum harga normal diberlakukan pada pertengahan Februari mendatang.

Topik Menarik