Mercedes-Benz Optimistis Industri Otomotif Bangkit pada 2026, Ini Alasannya
JAKARTA - Industri otomotif di Tanah Air diprediksi bangkit pada 2026. Penjualan mobil pada segmen premium juga diperkirakan bisa lebih baik dibandingkan 2025.
1. Bangkit di 2026
Chief Executive Officer (CEO) Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat, menyebut industri otomotif turun hampir 7 persen pada tahun lalu berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). "Premium segmen juga mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan total industri," kata Donald Rachmat di Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).
Meski begitu, ia menilai kondisi tersebut tidaklah permanen. Ia meyakini, industri otomotif akan membaik pada tahun ini.
"Tapi kalau kami melihat, industri ini kan penurunan ini sifatnya kan sementara. Karena mungkin situasi makroekonomi, perang dagang dan sebagainya, dan juga kondisi ekonomi di Indonesia. Kami melihat di tahun 2026 ini, kami optimis situasi ini akan membaik. Tentunya akan baik juga bagi industri otomotif di segmen premium, termasuk bagi kami di Mercedes-Benz," tuturnya.
Tak hanya itu, ia menyebut, para pelaku industri lainnya maupun asosiasi juga memprediksi kondisi pada 2026 akan bangkit. "Starting 2026 ke depan dan kami percaya itu akan terjadi," ucapnya.
Ia pun meyakini pemerintah tidak tinggal diam. "Kami percaya terhadap kemampuan dari pemerintah dan juga effort dari pemerintah untuk memperbaiki situasi yang ada," kata Donald.
Konsumen pada segmen premium ditengarai memilih untuk menunda pembelian. Donald pun menyebut, hal tersebut mungkin saja juga terjadi pada tahun jika kondisi perekonomian tidak stabil.
"Jadi tadi pertanyaannya mengenai apakah konsumen itu melakukan menunda beli. Bisa jadi. Selama ini mungkin karena situasi ekonomi yang saat ini sedang tidak stabil. Bisa jadi konsumen melakukan penundaan pembelian," katanya.
Meski begitu, Donald menjelaskan, konsumen segmen premium memiliki karakter berbeda. Ketertarikan konsumen pada mobil premium tak hanya soal fungsionalitas.
"Tetapi ada faktor-faktor yang diluar itu, yang bukan sekedar fungsional sebagai sebuah kendaraan, tapi merek kami memiliki ikatan emosional yang sangat kuat antara pemilik dan kendaraan," tuturnya.







