Kisah Kesuksesan Hendra Setiawan, Pebulu Tangkis yang Raih Emas Asian Games dengan 2 Partner Berbeda
HENDRA Setiawan telah menahbiskan namanya sebagai salah satu pebulu tangkis ganda putra terbaik sepanjang masa. Status istimewa ini semakin dikukuhkan oleh rekor gemilang saat ia sukses merajai ajang Asian Games dengan menggandeng dua partner yang berbeda di era yang tidak sama.
Pencapaian luar biasa tersebut sekaligus menjadi topik yang hangat dibahas, mengingat pesta olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2026 akan segera dihelat di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang bergengsi tersebut dijadwalkan bergulir mulai tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Konsistensi tingkat tinggi yang diperlihatkan oleh pebulu tangkis berjuluk sang maestro ini membuktikan kapasitasnya di kancah internasional. Kemampuannya mempertahankan performa puncak kendati berganti pasangan mencerminkan tingkat kematangan mental dan kejeniusan taktik yang mumpuni.
1. Emas Pertama Bersama Mendiang Markis Kido di Guangzhou
Medali emas Asian Games pertama dalam lemari prestasi Hendra Setiawan diraihnya ketika berpasangan dengan mendiang Markis Kido pada edisi 2010. Puncak perjuangan tersebut tersaji di Guangzhou, China, di mana keduanya tampil habis-habisan demi mengharumkan nama bangsa.
Pada partai final yang berjalan sangat sengit, pasangan emas Indonesia ini harus menghadapi ganda putra andalan Malaysia, Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong. Melalui drama pertarungan rubber game yang menegangkan, Kido/Hendra sukses keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 16-21, 26-24, dan 21-19.
2. Kejayaan Kedua Bersama Mohammad Ahsan di Incheon
Empat tahun berselang, ketangguhan Hendra kembali teruji tatkala ia menapaki podium tertinggi Asian Games edisi 2014 di Incheon, Korea Selatan. Kali ini, ia berdiri sejajar bersama partner barunya yang kelak membentuk duet maut legendaris, Mohammad Ahsan.
Pasangan yang akrab disapa The Daddies ini sukses merebut medali emas usai menumbangkan ganda putra nomor satu dunia sekaligus wakil tuan rumah. Mereka menaklukkan pasangan Lee Yong-dae dan Yoo Yeon-seong lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, dan 21-17.
Rangkaian prestasi fenomenal tersebut tidak lepas dari keunggulan teknik individu yang dimiliki oleh pebulu tangkis asal Pemalang ini. Akurasi permainan depan net serta ketenangan luar biasa di poin-poin krusial selalu menjadi pembeda di setiap pertandingan penting.
Menyongsong digelarnya Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, kisah legendaris Hendra Setiawan tentu akan terus dikenang sebagai sumber inspirasi. Warisan prestasi sang atlet diharapkan mampu memotivasi generasi pebulu tangkis muda Indonesia untuk kembali menorehkan tinta emas di panggung olahraga internasional.









