Kisah Pebulu Tangkis Shi Yu Qi, Tunggal Putra Andalan China yang Dirumorkan Pensiun Usai Asian Games 2026
RUMOR mengenai masa depan karier Shi Yu Qi kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta bulu tangkis dunia. Tunggal putra kebanggaan China ini dikabarkan bersiap untuk menanggalkan raketnya setelah perhelatan Asian Games 2026 mendatang.
Gelombang spekulasi tersebut merebak luas di berbagai platform media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Banyak pihak menduga ajang olahraga multievent se-Asia itu akan menjadi panggung perpisahan bagi sang mantan pebulu tangkis nomor satu dunia.
1. Cedera Bahu
Menurut laporan dari media Malaysia, New Strait Times, Sabtu (12/9/2026), faktor utama yang memicu diskusi panas mengenai pengunduran diri ini adalah masalah fisik yang mendera sang atlet. Shi Yu Qi diketahui sedang menghadapi cedera bahu berkepanjangan yang sangat mengganggu penampilannya di lapangan.
Kendati isu gantung raket ini sudah santer dibicarakan publik, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang dirilis oleh pihak sang atlet maupun Asosiasi Bulu Tangkis China (CBA). Situasi ini membuat para penggemar masih harus menunggu kejelasan status sang bintang.
Kondisi fisik yang kurang prima tersebut turut tecermin dari hasil-hasil minor yang diraihnya belakangan ini. Pada ajang China Masters 2026 pekan lalu, ia harus tersingkir secara prematur di babak pertama setelah takluk dua gim langsung dari wakil Singapura, Loh Kean Yew, dengan skor 21-11 dan 21-10.
Rangkaian hasil buruk itu semakin diperparah oleh kegagalannya mempertahankan gelar juara dunia di New Delhi bulan lalu. Mantan juara dunia berusia 30 tahun tersebut kembali tersingkir pada rintangan pertama, yang menandakan penurunan grafik prestasi yang cukup drastis.
2. Warisan Prestasi
Sepanjang karier profesionalnya di kancah internasional, pebulu tangkis yang kini menempati peringkat dunia nomor 6 ini telah mengoleksi 15 gelar BWF World Tour. Kemenangan terakhirnya di level tur dunia diraih pada ajang China Open tahun lalu.
Selain prestasi individu, Shi Yu Qi juga memegang peran vital bagi skuad bulu tangkis China dalam meraih berbagai trofi beregu bergengsi. Sumbangsihnya turut mengantarkan negaranya menjuarai Piala Sudirman, Piala Thomas, serta Kejuaraan Asia.
Namun, di balik deretan trofi mentereng tersebut, tersimpan satu impian besar yang hingga kini belum berhasil ia wujudkan. Medali emas Olimpiade masih menjadi target yang impian karena ia belum pernah sekalipun menjejakkan kaki di partai puncak ajang olahraga terakbar dunia itu.
Hingga kini, masih menjadi tanda tanya besar apakah sang pemain akan memaksakan diri untuk terus berjuang demi mengejar mimpinya tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. Atau justru benar-benar pensiun usai gelaran Asian Games 2026.










