Kejurnas POBSI 2026 Resmi Ditutup, Hary Tanoesoedibjo Beri Pesan Khusus ke Daerah yang Belum Beruntung
JAKARTA – Ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) 2026 akhirnya resmi berakhir pada Jumat (11/9/2026). Penutupan turnamen tahunan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB POBSI, Hary Tanoesoedibjo, bertempat di Puslatnas POBSI, iNews Tower, Jakarta.
Berdasarkan data rekapitulasi akhir turnamen, tercatat ada 17 kontingen daerah yang sukses mendulang medali dari berbagai kategori yang dipertandingkan. Di sisi lain, masih ada 11 kontingen dari provinsi berbeda yang belum berkesempatan membawa pulang medali pada edisi kali ini.
1. Pemerataan Prestasi
"Jadi diharapkan bagi provinsi yang belum berhasil lebih giat lagi supaya tahun depan bisa memperoleh medali," kata Hary di Puslatnas POBSI, iNews Tower, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Hary menilai bahwa peningkatan intensitas latihan dari daerah-daerah tersebut akan membuat peta persaingan biliar nasional semakin kompetitif ke depannya. Kondisi ini diyakini mampu mendongkrak kualitas serta prestasi para atlet biliar secara menyeluruh di tanah air.
"Nah ini kita ingin biliar itu maju di seluruh tanah air di seluruh provinsi di Indonesia," tambahnya.
2. Kompetisi Internasional
Komitmen PB POBSI untuk terus memajukan cabang olahraga ini juga diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan lanjutan, termasuk ajang-ajang bergengsi berskala internasional.
"Tentunya POBSI karena ini mengangkat biliar lebih hebat lagi menyelenggarakan juga event internasional, akhir bulan ini di Bali, ini yang kedua kalinya disamping ada juga Indonesia International Open yang sudah tiga kali yang sebetulnya bobot dunia," tutup Ketum Hary.
Sementara itu, persaingan sengit sepanjang kejuaraan nasional tahun ini menempatkan kontingen Sumatera Utara keluar sebagai juara umum. Posisi teratas tersebut disusul oleh Jawa Tengah dan Kepulauan Riau di tempat kedua, serta Jawa Barat yang menduduki peringkat ketiga.









