Masa Depan Tonali di Newcastle Abu-Abu, Arsenal dan Juventus Saling Sikut
NEWCASTLE, iNews.id – Sandro Tonali tetap menjadi sorotan setelah minat Arsenal muncul di akhir jendela transfer Januari, membuka peluang guncangan besar di Newcastle United pada musim panas mendatang.
Tonali, gelandang Italia yang sempat bersinar bersama AC Milan, kini menjadi pemain kunci Newcastle United. Nilainya dipatok sekitar €115 juta atau Rp 1,44 triliun, membuat kepindahannya di tengah musim hampir mustahil.
“Newcastle tidak akan melepas Sandro pada Januari, dan kami tidak pernah berbicara dengan Arsenal soal ini,” kata Beppe Riso, agen Tonali.
“Kami akan mengevaluasi pada bulan Maret apakah Newcastle terbuka untuk opsi apapun, tapi saat ini dia fokus di Liga Champions, bukan waktu yang tepat untuk membicarakan transfer.”
Spekulasi muncul karena Arsenal bukan satu-satunya klub top Eropa yang tertarik. Laporan Fabrizio Romano menyebut Juventus dan sejumlah klub besar Premier League juga memantau situasi Tonali.
Gelandang 26 tahun itu kini sedang tampil impresif di Liga Champions, membuat Newcastle enggan mengambil risiko melepas bintang mereka di tengah persaingan domestik dan kontinental. Situasi ini membuat negosiasi Januari mustahil diselesaikan.
Namun, jendela transfer musim panas membuka peluang berbeda. Riso dijadwalkan bertemu perwakilan Newcastle untuk membahas masa depan Tonali, memberi sinyal kemungkinan negosiasi serius dalam beberapa bulan mendatang.
“Tonali tetap pemain yang perlu diperhatikan menjelang musim panas,” tambah Romano. Minat klub-klub besar menunjukkan bahwa masa depan gelandang Italia ini bisa menjadi salah satu transfer terbesar musim panas 2026.
Jika Tonali pindah, Newcastle berpeluang mendapatkan dana besar untuk memperkuat skuat, sementara klub peminat akan mendapatkan gelandang bertahan kreatif yang mampu mengubah ritme permainan. Hal ini bisa mengubah lanskap transfer di Premier League dan Eropa.
Bagi Tonali sendiri, langkah ke klub baru berarti tantangan besar dan kesempatan bermain di level tertinggi Eropa secara konsisten, baik di liga domestik maupun kompetisi internasional. Musim panas menjadi penentu masa depan kariernya.










