Cara Buat Tabungan Darurat meski Penghasilan Belum Tetap

Cara Buat Tabungan Darurat meski Penghasilan Belum Tetap

Ekonomi | okezone | Sabtu, 7 November 2026 - 18:01
share

JAKARTA - Cara buat tabungan darurat meski penghasilan belum tetap menarik untuk diulas. Tabungan darurat berperan sebagai safety net untuk menghadapi risiko finansial yang bisa datang sewaktu-waktu. Dana ini dapat dipakai untuk keperluan mendesak yang tidak terduga.

Selain itu, tabungan darurat mengurangi risiko terjerat utang dengan bunga yang tinggi. Orang yang tidak punya dana simpanan biasanya terpaksa berutang untuk menutup biaya yang mendesak.

Lantas, bagaimana cara mengumpulkan tabungan darurat jika penghasilan saja masih tidak menentu? Melansir dari berbagai sumber, berikut caranya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

1. Pisahkan Tabungan di Rekening Berbeda 

Langkah pertama adalah menyimpan tabungan darurat di rekening yang terpisah dari uang kebutuhan sehari-hari. Jika semua uang berada di dalam satu rekening, dana yang semula ditujukan untuk keadaan darurat mudah terpakai untuk belanja harian. Apalagi saat penghasilan sedang merosot, godaan untuk mengambilnya akan jadi semakin besar.

Kamu bisa memanfaatkan fitur dompet di aplikasi bank digital. Pilihan lainnya yang dapat kamu lakukan adalah dengan membuka rekening baru di bank yang berbeda. Bank yang berbeda memberi jarak yang cukup sehingga kamu dapat berpikir dua kali sebelum menarik dana. Beri nama rekening atau dompet tersebut sesuai tujuannya, misalnya “Dana Darurat”, agar kamu selalu ingat akan fungsinya. 

2. Sisihkan Uang di Awal 

Banyak orang yang menabung dari sisa uang di akhir bulan. Padahal, cara ini kurang efektif karena sisa uang sering kali sudah tidak bersisa di rekening. Sebaliknya, sisihkan nominal tabungan segera setelah kamu menerima penghasilan, lalu bagi sisanya ke pos-pos pengeluaran. Dengan urutan ini, uang untuk tabungan sudah aman sebelum terpakai untuk kebutuhan lain. 

Bagi pekerja dengan penghasilan tidak tetap, kebiasaan ini sebaiknya diterapkan setiap kali ada pemasukan. Misalnya, setiap pembayaran dari klien atau hasil penjualan diterima, sebagian langsung dipindahkan ke rekening tabungan darurat. Tidak perlu menunggu gaji bulanan karena pemasukan memang datang tidak teratur. 

 

3. Susun Anggaran Bulanan 

Anggaran bulanan membantu kamu mengetahui berapa biaya hidup yang sebenarnya dibutuhkan. Mulailah dengan mencatat pengeluaran rutin, misalnya tagihan listrik. Setelah itu, tambahkan pengeluaran lain seperti air, pulsa, transportasi, dan belanja makanan.

Setelah total biaya hidup sebulan diketahui, barulah bisa ditentukan berapa uang yang aman untuk ditabung. Angka ini juga menjadi dasar untuk menghitung target dana darurat. Bagi pemilik penghasilan tidak tetap, anggaran sebaiknya disusun berdasarkan perkiraan pemasukan terendah dalam beberapa bulan terakhir. 

Dengan begitu, rencana menabung tetap realistis meski pendapatan sedang turun. Anggaran juga perlu diperbarui secara berkala agar sesuai dengan kondisi terbaru. 

4. Mulai dari Nominal Kecil

Menabung tidak perlu langsung dalam jumlah besar. Nominal yang sesuai kemampuan, misalnya Rp50.000 per bulan, sudah cukup sebagai permulaan. Nominal yang terlalu besar justru berisiko membuat kamu berhenti di tengah jalan ketika pemasukan saat itu sedang menurun. 

Kunci utamanya adalah konsistensi. Target tabungan mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi kebiasaan menabung yang rutin akan membawa kamu pada tujuan tersebut. Seiring berjalannya waktu, nominal bisa dinaikkan secara bertahap ketika kondisi keuangan sedang membaik. Menabung kecil namun teratur juga membentuk perilaku disiplin yang berguna untuk pengelolaan keuangan kamu jangka panjang. 

5. Tabung Bonus dan Uang Tak Terduga 

Pemasukan di luar rencana adalah kesempatan untuk memperbesar dana darurat. Jika pekerjaan memberikan bonus, atau ada uang yang diterima dari sumber lain, sebaiknya uang tersebut dimasukkan ke tabungan. Karena sifatnya tidak rutin dan belum masuk dalam anggaran, dana ini lebih mudah dialokasikan.

Penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan atau usaha kecil yang minim risiko dan modal juga bisa dipertimbangkan. Pemasukan tambahan membuat tabungan darurat terkumpul lebih cepat. Sebagian tetap perlu disisihkan di awal agar hasilnya tidak habis untuk dikonsumsi.

Itulah cara yang dapat kamu gunakan untuk mulai menabung tanpa adanya jaminan penghasilan tetap. Penghasilan yang belum tetap bukan alasan bagi diri untuk menunda menabung. Mulailah dari nominal kecil dan lakukan secara konsisten, supaya dana darurat siap saat suatu saat benar-benar dibutuhkan.

Topik Menarik