KAI Siapkan 23 Trainset Baru hingga 3 Tahun Usai Batal Impor KRL Bekas Jepang
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merencanakan pengadaan 23 trainset baru untuk layanan Commuter Line atau KRL Jabodetabek dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Penambahan sarana tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna KRL yang terus meningkat.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, pengadaan rangkaian baru menjadi salah satu langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pengguna yang berasal dari wilayah penyangga Jakarta.
"KAI Commuter mendukung dan akan terus berkoordinasi dengan KAI dan stakeholders dalam pemenuhan sarana Commuter Line ke depannya," ujar Purnomo dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Dia menjelaskan, sebanyak 23 trainset baru tersebut direncanakan menggunakan konfigurasi 12 kereta atau SF12. Dari total pengadaan itu, delapan trainset di antaranya merupakan bagian dari kebutuhan pemenuhan sarana dengan skema pembiayaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Selain rencana pengadaan tersebut, KAI Commuter juga tengah mempercepat penyelesaian pengiriman delapan trainset tersisa dari total 16 trainset pengadaan tahap awal yang dikoordinasikan bersama PT Industri Kereta Api (INKA).
Pengiriman delapan trainset tersebut ditargetkan rampung pada 2027. Hingga Oktober 2026, sebanyak delapan trainset telah dikirimkan, dengan tujuh rangkaian di antaranya sudah beroperasi melayani pengguna, sedangkan satu rangkaian lainnya masih menjalani uji coba operasi.
Purnomo menuturkan, penambahan sarana baru diperlukan untuk mengimbangi pertumbuhan volume pengguna KRL Jabodetabek yang terus meningkat.
KAI Commuter mencatat jumlah pengguna sepanjang Januari hingga Oktober 2026 mencapai 303,79 juta orang. Angka tersebut meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 287,29 juta orang.
Khusus Oktober 2026, volume pengguna tercatat sebanyak 32,31 juta orang atau meningkat 1,68 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 31,77 juta orang.
Perusahaan Akan Dikenakan Iuran Tambahan Cadangan Pesangon di UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan 89 trainset untuk melayani 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja. Rangkaian tersebut terdiri dari 22 trainset dengan formasi delapan kereta (SF8), 34 trainset dengan formasi 10 kereta (SF10), dan 33 trainset dengan formasi 12 kereta (SF12).
Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin memastikan KAI batal mengimpor rangkaian KRL bekas dari Jepang.
"Kita enggak impor bekas," ujar Bobby kepada awak media usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Sebelumnya, KAI berencana mengimpor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang mulai akhir 2026 untuk memenuhi kebutuhan armada Jabodetabek.
Langkah ini muncul di tengah jumlah penumpang yang telah mencapai 1,1 juta orang per hari, sementara sejumlah KRL berusia lebih dari 40 tahun harus mulai diganti.
Namun, kali ini Bobby menegaskan bahwa pengadaan trainset untuk rakyat harus berupa kereta baru. "Kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat, harus yang baru," kata Bobby.








