BEI Ingatkan Investor, Waspada Pembobolan hingga Saham Dijual Tanpa Izin

BEI Ingatkan Investor, Waspada Pembobolan hingga Saham Dijual Tanpa Izin

Ekonomi | okezone | Sabtu, 7 November 2026 - 12:44
share

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan agar investor pasar modal selalu menjaga keamanan akun sekuritas guna menghindari aksi pembobolan yang berujung pada penjualan saham tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, kasus pembobolan akun nasabah marak terjadi sepanjang 2025 dan masih terus berlangsung hingga tahun ini.

Menurutnya, pembobolan akun tersebut kerap terjadi akibat kelalaian investor dalam menjaga keamanan akses akun. Salah satunya, investor tidak pernah mengganti kata sandi atau menggunakan password yang mudah ditebak.

"Saya dari Bursa Efek Indonesia berharap teman-teman investor, tolong dijaga dengan hati-hati perangkat elektroniknya, akun elektroniknya, kalau tidak menjadi sasaran dari para orang-orang yang berniat dengan tidak baik," kata Irvan dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).

Selain password yang lemah, pembagian password kepada orang lain, termasuk asisten pribadi, sekretaris, hingga pasangan, juga disebut Irvan dapat membuka celah penyalahgunaan akun.

Irvan mengingatkan investor agar lebih berhati-hati dalam menjaga perangkat elektronik maupun akun sekuritas. Sebab, proses pemulihan atau recovery akan sulit dilakukan apabila saham sudah terjual dan dana hasil transaksi telah berpindah tangan.

"Hal ini sangat-sangat banyak sekali terjadi dan proses recovery-nya sangat sulit, gitu. Jadi kalau sahamnya sudah dijual, uangnya sudah pindah, itu akan menyulitkan Bapak Ibu," katanya.

 

Sebagai langkah pencegahan, BEI menyarankan agar menerapkan sistem keamanan berlapis melalui multi-factor authentication dan trusted device.

Melalui sistem tersebut, investor akan diminta melakukan autentikasi tambahan, seperti memasukkan kode OTP dan melakukan login melalui perangkat yang telah dipercaya.

Irvan mengakui penerapan sistem keamanan tersebut dapat menambah tahapan dalam proses transaksi. Namun, langkah itu diperlukan untuk melindungi akun dan transaksi elektronik investor dari potensi penyalahgunaan.

"Sedikit repot? Iya, akan sedikit ada perubahan behavior? Iya, tapi tujuannya adalah untuk menjaga akun-akun elektronik dan transaksi elektronik teman-teman semua menjadi lebih aman," ujarnya.

Topik Menarik