Smart Regas Hemat BBM Rp147 Miliar, Pastikan Keandalan Pasokan Gas Pembangkit
JAKARTA - Fasilitas penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Smart Regas Tarakan di PLTMG Gunung Belah, Kalimantan Utara mencatat tingkat ketersediaan operasional sebesar 99,81 persen sepanjang Oktober 2025 hingga September 2026.
Pemanfaatan fasilitas milik PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 32.000 kiloliter per tahun, dengan potensi penghematan biaya mencapai Rp147 miliar per tahun.
"Ini merupakan peluang bagi kita untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara, sekaligus membantu program-program pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan energi dan penyediaan listrik bagi masyarakat di Tarakan,” kata Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Fasilitas tersebut mencatatkan tingkat ketersediaan operasional atau Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 99,81 persen, melampaui target 98,22 persen, serta menyalurkan gas sebesar 197.233 MMBTU sepanjang Oktober 2025 hingga September 2026.
RI Diperkirakan Rugi Rp544 Triliun Imbas Perubahan Iklim, Zulhas Minta Swasta Ikut Turun Tangan
Nikson meninjau langsung operasional fasilitas Smart Regas (Small-scale, Modular & Relocatable LNG Regasification) Tarakan yang memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 5 BBTUD. Fasilitas ini berfungsi menerima, menyimpan, dan mengubah LNG kembali menjadi gas untuk disalurkan ke PLTMG Gunung Belah dan PLTMG Kampung Satu, sekaligus menjadi solusi pemenuhan kebutuhan gas pembangkit di Tarakan yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan gas pipa.
Berdasarkan realisasi operasional selama 12 bulan, yakni Oktober 2025 hingga September 2026, fasilitas Smart Regas Tarakan menunjukkan kinerja yang konsisten dengan total penyaluran gas mencapai 197.233 MMBTU. Pada periode yang sama, rata-rata EAF tercatat sebesar 99,81 persen atau 1,59 poin persentase di atas target 98,22 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketersediaan fasilitas dalam mendukung kontinuitas penyaluran gas bagi pembangkit listrik di Tarakan.
Menurut Nikson, pengelolaan infrastruktur gas yang andal menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi primer untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat.
"Kami memandang bahwa tersedianya fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG Tarakan yang dibangun dan dikelola dengan baik oleh PLN Energi Gas yang telah diresmikan tahun lalu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Tarakan dan sekitarnya. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik dapat terpenuhi sehingga sangat membantu masyarakat,” ujar Nikson.
Nikson menilai keberadaan Smart Regas Tarakan merupakan bagian dari upaya PLN EPI dalam memperkuat infrastruktur dan rantai pasok gas, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan pipa gas. Melalui pemanfaatan LNG, kebutuhan energi primer pembangkit dapat dipenuhi dengan sistem pasokan yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Direktur Utama PLN Energi Gas Edwin Bangun menyampaikan capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur perusahaan dalam menjaga keandalan operasional. Ia menekankan pentingnya menjaga kesiapan fasilitas dan menyelaraskan pasokan LNG dengan kebutuhan pembangkit.
“Bagi kami, capaian ketersediaan fasilitas sebesar 99,81 persen menjadi tolok ukur untuk menjaga keandalan operasi. Kami akan terus memperkuat pemeliharaan fasilitas dan berkoordinasi dengan PLN EPI serta pengelola pembangkit agar pasokan LNG terjaga dan gas dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, Smart Regas Tarakan dapat terus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Edwin.









