Penyebab Arema FC Pede Bakal Kalahkan Madura United di Super League 2026-2027
PAMEKASAN – Arema FC dipastikan tetap memegang teguh identitas permainan mereka saat melawat ke markas Madura United FC pada laga pekan kesembilan Super League 2026-2027. Pelatih Arema FC, Andre Caldas, menegaskan Singo Edan akan terus mengusung prinsip menyerang dan bertahan yang telah dipatenkan.
Arema FC dijadwalkan bertandang ke Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur pada Jumat (6/11/2026) malam WIB. Meski menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, Andre Caldas tidak berencana melakukan perubahan besar terhadap strategi timnya.
Pelatih asal Brasil tersebut menilai konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga performa Arema FC. Dia tidak ingin para pemain kehilangan pemahaman terhadap pola permainan yang sudah dipersiapkan hanya karena harus menghadapi karakteristik lawan yang berbeda.
Jadwal dan Link Live Streaming Port FC vs Persib Bandung di ASEAN Club Championship 2026-2027
"Pertama, kami sudah punya cara kami sudah memutuskan bagaimana kami akan bermain. Saat menyiapkan tim, seperti yang selalu saya sampaikan dalam berbagai wawancara, saya sudah tahu bagaimana tim ini akan bermain," ujar Andre Caldas dikutip dari situs resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB), Jumat (6/11/2026).
1. Kewaspadaan Tinggi
Untuk mematangkan persiapan, tim pelatih Arema FC telah mempelajari kekuatan Madura United melalui rekaman pertandingan. Langkah tersebut dilakukan agar para pemain memahami pola permainan lawan, baik ketika membangun serangan maupun saat bertahan.
"Kami mungkin melakukan sedikit penyesuaian, tetapi kami tidak mengubah cara bermain kami secara mendasar. Mungkin ada perubahan dalam sistem, tapi tidak banyak. Gagasan mengenai cara bertahan dan menyerang tetap sama dengan apa yang telah kami latih selama ini, karena terbukti berhasil," tutur Andre.
Andre Caldas juga memiliki alasan untuk mempertahankan pendekatan tersebut setelah melihat perkembangan tim dalam tiga pertandingan terakhir. Arema FC berhasil meraih dua kemenangan dan hanya sekali kalah saat menghadapi Bali United, meski menurutnya permainan tim tetap menunjukkan kualitas yang baik.
"Jadi, cara saya mempersiapkan tim untuk menghadapi Madura United adalah dengan menjaga konsistensi dalam menyerang maupun bertahan. Kami tahu bagaimana mereka akan bermain," kata Andre.
2. Careca Jadi Amunisi Kemenangan
Andre menyadari Madura United memiliki komposisi pemain yang cukup merata di berbagai lini sehingga berpotensi memberikan kesulitan bagi Singo Edan –julukan Arema FC. Namun, Andre memilih memusatkan perhatian pada kesiapan timnya sendiri agar para pemain memiliki kepercayaan diri saat bertanding.
"Fokus utama saya selalu tertuju pada tim saya sendiri dan bagaimana saya mempersiapkannya, karena jika para pemain merasa percaya diri, saya yakin kami akan menampilkan permainan yang baik, apapun situasinya," sambungnya.
Di sisi lain, pemain Arema FC, Careca, menyatakan kesiapannya menjalankan berbagai peran sesuai kebutuhan tim. Pemain berusia 31 tahun tersebut mengaku tidak keberatan apabila dipercaya tampil sebagai penyerang meskipun harus menempati posisi berbeda dari biasanya.
"Seperti yang sudah pernah saya sampaikan sebelumnya, saya pernah bermain di posisi ini untuk tim-tim lain yang pernah saya bela. Saya memiliki fleksibilitas yang memungkinkan saya untuk bermain dalam berbagai peran," ujar Careca.
Careca menegaskan bahwa kontribusi untuk tim menjadi prioritas utamanya tanpa mempersoalkan posisi yang dimainkan. Dia juga menyebut catatan statistik selama menjalankan peran berbeda menjadi bukti kemampuannya beradaptasi di lapangan.
"Hasilnya pun baik, statistiknya sudah membuktikan sendiri. Sebagai seorang atlet, saya selalu ingin turun ke lapangan untuk bermain dan berkontribusi, apapun posisinya. Jika saya bisa membantu, saya akan selalu memberikan yang terbaik," pungkasnya.









