Buntut Kekalahan Memalukan dari Ferencvaros, Ruben Amorim Ngamuk ke Skuad AC Milan
SAN SIRO – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, meluapkan kemarahannya dan memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya seusai kekalahan mengejutkan 0-2 dari Ferencvaros di ajang Liga Europa 2026-2027. Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion San Siro, performa Rossoneri –julukan Milan– dinilai sangat mengkhawatirkan.
Amorim tampak terperangah dengan penampilan lesu yang ditunjukkan skuadnya. Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, Milan tampil luar biasa dan penuh daya juang saat menumbangkan sang rival sekota, Inter Milan, dengan skor 3-1 dalam laga bergengsi Derby della Madonnina di Liga Italia 2026-2027.
Menghadapi wakil Hungaria tersebut, Milan bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama. Lini pertahanan mereka akhirnya bobol dua kali lewat brace Lenny Joseph, yang bahkan mendapat beberapa peluang emas tambahan untuk menambah keunggulan.
1. Kemarahan Amorim
Usai pertandingan, Amorim mempertegas kegeramannya dalam sesi konferensi pers. Pria asal Portugal itu bahkan menegaskan masa jabatannya sebagai pelatih bisa saja berakhir lebih cepat jika situasi ini terus berlanjut.
"Saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat, karena Anda sekalian tidak bodoh dan saya tidak ingin membohongi siapa pun," tutur Amorim, dikutip dari Football Italia, Jumat (6/11/2026).
"Saya punya segala alasan untuk membela tim ini, jadi ketika saya bicara seperti ini, saya mengambil tanggung jawab paling utama karena tim ini adalah tanggung jawab saya. Namun, kita tidak boleh tampil seperti ini, terutama pada babak pertama, di depan fans kita, di rumah kita sendiri. Kita tidak bisa membiarkannya. Kita harus benahi ini, kalau tidak semuanya selesai," tambahnya.
2. Masalah Mentalitas
Hasil buruk ini memperpanjang catatan kelam Milan di panggung Eropa, setelah mereka menelan tiga kekalahan dari empat laga awal Liga Europa. Situasi tersebut menempatkan Rossoneri dalam ancaman nyata tersingkir lebih awal dari kompetisi.
Amorim menyoroti Milan belum siap secara mental untuk tampil kompetitif setiap tiga hari sekali. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini murni masalah sikap para pemain, bukan karena faktor rotasi pemain ataupun taktik.
"Ini yang saya rasakan, tetapi bukan hanya saya yang mengatakannya. Fakta membuktikannya, dan pertandingan hari ini adalah buktinya bahwa kita tidak siap secara mental. Sisi teknis sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini, begitu pula dengan rotasi," sambung Amorim.
"Anda tidak bisa bilang bahwa susunan pemain inti tadi tidak layak untuk memenangkan pertandingan. Saya ingat reaksi tertentu saat kita kehilangan bola: itu sama sekali tidak sama dengan apa yang kita lihat tiga hari lalu, padahal kita punya waktu istirahat empat hari," pungkasnya.









