Mengapa Ban MotoGP Ditutupi Sebelum Balapan? Ini Alasannya
MENGAPA ban MotoGP ditutupi sebelum balapan? Pertanyaan ini kerap muncul di benak penonton yang melihat ban-ban motor balap terbungkus oleh selimut khusus.
Sekilas terlihat sederhana, padahal penutup itu berkaitan langsung dengan kinerja ban di lintasan. Lantas, megapa ban MotoGP ditutupi sebelum balapan? Apa fungsi penutup tersebut?
1. Pemanas Ban
Penutup yang dimaksud adalah tyre warmers atau pemanas ban. Melansir dari laman resmi milik Michelin, alat ini digunakan untuk membawa ban ke suhu yang tepat sebelum balapan dimulai.
Ban berperforma tinggi seperti yang dipakai dalam kompetisi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu optimal dibandingkan ban jalan biasa. Karena itu, pemanasan ban perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum memulai balapan.
Soal suhu, situs resmi MotoGP menerangkan ban slick dirancang untuk bekerja optimal pada kisaran 80°C hingga 120°C. Michelin juga mewajibkan ban dipanaskan lebih dulu sampai 90°C dengan pemanas listrik sebelum motor masuk ke lintasan.
Dewa United Basketball Resmi Rekrut Eks Pelatih Timnas Indonesia David Singleton untuk IBL 2027
Saat balapan berlangsung, suhu ban depan umumnya melewati 100°C. sedangkan ban belakang bisa lebih dari 120°C karena menanggung beban tenaga dan pengereman yang lebih besar.
Adapun ban balap memang dirancang untuk bekerja pada suhu sangat tinggi yang berkaitan dengan tingkat grip yang juga sangat tinggi. Untuk menahannya, ban ini menggunakan campuran senyawa karet khusus sehingga performanya tetap baik meski dipanaskan hingga 150°C.
2. Pantang Suhu Dingin
Namun, hal tersebut tetap ada konsekuensinya. Ban semacam ini tidak boleh terpapar suhu dingin. Michelin dalam lamannya menjelaskan ban balap yang ditangani saat dingin berpotensi untuk pecah seperti kaca, baik pada bagian tapak maupun bagian karet lainnya.
Pada suhu rendah tertentu, karet akan kehilangan elastisitasnya dan berubah menjadi rapuh. Batas ini disebut dengan breaking point. Kerusakannya bisa terjadi hanya pada bagian dalam ban sehingga tidak terlihat dari luar. Bentuknya dapat berupa satu retakan kecil atau banyak retakan besar di sekeliling ban.
Timnas Indonesia Vs Thailand: John Herdman Siap Bawa Skuad Garuda Akhiri Penantian 35 Tahun
Suhu dingin juga dapat mempengaruhi performa ban. Karena, ban yang terpapar suhu rendah akan kehilangan gripnya. Karena risiko itu, ban balap perlu disimpan di tempat yang terhindar dari suhu rendah.
Adapun suhu yang terlalu tinggi juga dapat menurunkan performa ban. Michelin menjelaskan dalam lamannya, ada batas suhu tinggi yang disebut reversion point. Jika suhu ban melewati batas ini, karetnya akan menjadi lembek dan kental sehingga kinerja ban pun akhirnya menurun.
Dengan demikian, penutup pada ban MotoGP bukan sekadar pembungkus. Melainkan, ini sebagai pemanas yang menyiapkan ban agar berada pada suhu yang tepat saat balapan dimulai.










