Tampil Makin Matang, Veda Ega Pratama Intip Peluang Naik Podium Lagi di Moto3 Qatar 2026
PEMBALAP Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, berada dalam motivasi tinggi jelang bergulirnya seri ke-20 Moto3 2026 di Sirkuit Lusail, Qatar. Berbekal momentum positif usai menyabet predikat runner-up di Moto3 Malaysia 2026 akhir pekan lalu, rookie berusia 17 tahun itu membidik raihan podium berikutnya.
Podium kedua di Sirkuit Sepang menjadi pencapaian terbaik Veda sepanjang 18 balapan yang telah dijalaninya di kelas Moto3. Hasil di Negeri Jiran tersebut sekaligus membuktikan bahwa pembalap berjuluk The Rocket Boy ini sudah kembali menemukan performa terbaiknya.
Penampilan Veda di Malaysia dinilai jauh lebih matang ketimbang saat meraih podium pertamanya di Brasil saat finis ketiga. Dalam balapan sengit yang menguras fisik dan manajemen ban di Sepang, ia sukses memenangi duel sengit melawan jajaran pembalap papan atas.
Jadwal Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Kans Garuda Putus 35 Tahun Puasa Gelar!
Tak main-main, Veda mengungguli dua rider yang sudah mengamankan promosi ke Moto2 musim depan, David Almansa dan Alvaro Carpe, serta tumpuan tuan rumah Hakim Danish. Rentetan hasil manis ini kian lengkap setelah ia meraih pole position pertamanya di sirkuit teknis Phillip Island.
1. Bangkit Usai Paruh Musim yang Berat
Grafik performa yang kembali menanjak ini terasa sangat melegakan bagi Veda. Ia sempat melewati fase paruh musim yang sangat sulit, dengan puncak keterpurukan ketika dua kali gagal meraup poin pada seri Aragon dan Misano.
Padahal, putra sulung Sudarmono ini sempat mengejutkan kejuaraan di awal musim hingga menembus posisi ketiga klasemen. Kesulitan di pertengahan musim sempat melempar posisinya ke urutan kedelapan, sebelum akhirnya merangkak naik ke peringkat ketujuh dengan pundi-pundi 131 poin seusai GP Malaysia.
Kepercayaan diri Veda kini telah pulih sepenuhnya untuk menghadapi tiga seri pemungkas musim ini. Pengalaman pahit di pertengahan musim justru membentuk mentalitas bertandingnya menjadi lebih matang dan tanpa beban di atas lintasan.
Dewa United Basketball Resmi Rekrut Eks Pelatih Timnas Indonesia David Singleton untuk IBL 2027
"Setelah mendapatkan podium, saya merasa jauh lebih termotivasi untuk balapan selanjutnya. Sudah lama sejak terakhir kali saya berlomba di Qatar, tetapi saya bersemangat untuk berangkat ke sana dan terus melaju. Terima kasih!" terang Veda seusai GP Malaysia dalam rilis resmi Honda Team Asia, Rabu (4/11/2026).
2. Peluang Realistis
Mengenai persaingan gelar juara dunia, takhta Moto3 2026 dipastikan sudah menjadi milik Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar) sejak seri Mandalika. Secara matematis, batas maksimal perolehan poin yang bisa diraih Veda dalam tiga seri tersisa adalah peringkat ketiga klasemen sekaligus gelar Rookie of the Year.
Namun, mengejar gelar Rookie of the Year terbilang amat sulit karena ia harus memangkas selisih 74 poin dari Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo). Karena itu, target paling realistis bagi pembalap Merah Putih ini adalah menembus lima besar klasemen akhir Moto3.
Laysa Latifah Ukir Sejarah di Olimpiade Catur 2026, Percasi DKJI Janji Kembali Lahirkan 3 GM Baru
Saat ini Veda berjarak 26 poin dari Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang menghuni posisi kelima. Untuk menggusurnya, Veda rata-rata perlu memangkas sembilan poin di tiap balapan dari Fernandez, pembalap penunggang Honda NSF250RW terbaik saat ini yang performanya tengah naik turun.
Dengan motivasi yang meluap dan performa yang sedang on-fire, peluang Veda untuk kembali menginjakkan kaki di atas podium pada GP Qatar sangat terbuka lebar, sekaligus membuka jalan menuju posisi lima besar klasemen akhir.









