Banjir dan Longsor di Lumajang, 2 Orang Tewas dan 1.567 Keluarga Terdampak
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dua orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang hingga tanah longsor yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Selain itu, sebanyak 1.567 kepala keluarga (KK) terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, empat jenis ancaman bencana yang terjadi di Lumajang meliputi cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir bandang, dan banjir genangan.
“Ada dua jiwa yang meninggal. Kemarin sudah kami sampaikan, ini adalah bapak dan anak. Ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih tetap dalam pendataan. Sebanyak 13 rumah rusak dan ini pun sudah dalam pencatatan dan pelaporan yang lebih detail,” ujar Berton saat Konferensi Pers lewat YouTube BNPB, Selasa (3/11/2026).
Berton menuturkan, BNPB bersama BPBD dan sejumlah instansi terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan. Koordinasi dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kecamatan, desa, PLN, dan unsur lainnya untuk mengaktifkan kembali layanan vital.
Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Petugas juga membuka akses jalan yang sebelumnya terputus akibat bencana.
“Tim Reaksi Cepat BPBD telah dikirim untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat, membuka akses jalan yang beberapa waktu lalu terputus dan sekarang sudah bisa ditembus, yaitu Jalan Taman Sari dan Ibu Raja,” tutur Berton.
Berton pun mengatakan bahwa petugas juga melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang masih terisolasi dan rumah warga yang terancam rusak. Bantuan logistik turut disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Berton mengimbau masyarakat di Kabupaten Lumajang untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi banjir lahar dingin. Warga diminta menghindari aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar serta mengikuti arahan petugas dan mengakses informasi resmi.
“Kami mengimbau, khususnya di Kabupaten Lumajang, untuk tetap waspada, menghindari aliran air yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama lahar dingin, serta mengikuti arahan petugas dan mendapatkan informasi resmi,” imbaunya.
“Semoga apa yang dialami oleh saudara kita segera dapat dilalui dan pemerintah daerah segera dapat mengatasi dampak banjir maupun cuaca ekstrem serta longsor yang terjadi di Lumajang,” tandasnya.










