Karhutla di Kalimantan Kembali Meningkat, BNPB: Api Tersimpan di Bawah Gambut!
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur mengalami peningkatan. Meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah, api masih berpotensi muncul kembali karena bara kebakaran tersimpan di bawah permukaan lahan gambut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, terdapat enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla di Indonesia dengan luas lahan karhutla saat ini 1.256 hektar.
Di Papua Selatan, luas penanganan karhutla tercatat 455 hektare atau turun 25. Sementara itu, di Kalimantan Tengah meningkat menjadi 547 hektare atau naik 56 dan Kalimantan Timur mencapai 60 hektare atau naik 80.
Kemudian, di Nusa Tenggara Timur luas penanganan turun menjadi 14 hektare atau 48. Adapun di Sulawesi Tenggara tercatat 91 hektare dan Sulawesi Tengah 89 hektare atau turun 4.
Potret Gemas Kamari Main Bareng Anak Lesti dan Rizky Billar di SUGBK saat Dukung Timnas Indonesia
“Kami bisa menyampaikan bahwa di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, sebenarnya beberapa waktu yang lalu sudah terjadi hujan,” kata Berton, Selasa (3/11/2026).
“Mengingat lahan tersebut merupakan lahan gambut, titik api yang ada di permukaan sudah padam. Namun demikian, di bawah permukaan masih ada bara, sehingga sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan baru,” lanjutnya.
Sementara untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BNPB menyiagakan 51 unit pesawat dan helikopter untuk penanganan karhutla di sejumlah provinsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 unit digunakan untuk operasi pemadaman melalui water bombing, sedangkan 21 unit lainnya untuk patroli maupun operasi modifikasi cuaca (OMC).
Berton mengatakan bahwa BNPB juga melaksanakan OMC di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Di Kalimantan Tengah, OMC telah dilaksanakan sebanyak enam sorti dengan total 10.600 kilogram dry ice dan NaCl. Hujan dilaporkan terjadi di Palangka Raya, Sukamara, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Gunung Mas, hingga kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Pesan Kapolri Jenderal Suyudi usai Lantik 27 Pejabat: Segera Beradaptasi, Layani Optimal Masyarakat
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, OMC dilakukan selama dua hari dengan dua sorti dan menyebarkan 1.800 kilogram NaCl. Hujan dilaporkan terjadi di Banjarbaru, Banjarmasin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
Adapun di Sumatera Selatan, BNPB melaksanakan empat sorti OMC dengan menyebarkan 5.600 kilogram NaCl. Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, seperti Palembang, Muara Padang, dan Banyuasin.
“Sehingga, secara keseluruhan untuk tiga provinsi ini, kami tetap menyebarkan sebanyak 19.500 kg NaCl maupun dry ice,” ujarnya.
Selain itu, kata Berton, BNPB juga melakukan OMC untuk mendukung penanganan karhutla di Papua Selatan.
Secara keseluruhan, sebanyak 20.000 kilogram NaCl telah disebarkan melalui 20 sorti. Dia menjelaskan, penyebaran garam dilakukan satu hingga dua sorti setiap hari dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan.
Menurutnya, pertumbuhan awan di wilayah Papua Selatan bagian tengah dan utara relatif memadai sehingga memungkinkan pelaksanaan OMC.
“Sedangkan di bagian selatan, karena sulitnya mendapatkan bibit-bibit air, kami belum bisa melaksanakan OMC di wilayah bagian selatan Papua Selatan. Sementara itu, pertumbuhan titik hotspot yang kami lihat ada di bagian timur maupun bagian selatan,” pungkasnya.










