Ekosistem Industri Halal dan Ekonomi Hijau RI Diperkuat

Ekosistem Industri Halal dan Ekonomi Hijau RI Diperkuat

Ekonomi | okezone | Senin, 2 November 2026 - 09:11
share

JAKARTA - Ekosistem industri halal dan ekonomi hijau di Indonesia diperkuat. Hal ini akan membuat tata kelola bisnis yang berintegritas dan berkelanjutan di Indonesia.

Presiden Komisaris PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) Sandiaga Uno mengatakan, kolaborasi dengan PT Arga Bangun Bangsa (ESQ) merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendorong pembangunan ekonomi hijau di Indonesia.

"Pertemuan dan rencana kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kami berdua untuk bersama-sama membangun ekonomi hijau. Ini juga bagian dari upaya menjawab komitmen internasional terkait keberlanjutan dan pengembangan ekonomi hijau ke depan," ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, Presiden Direktur MUTU International Arifin Lambaga, menyambut positif kemitraan tersebut. Ia menilai ESQ memiliki pengalaman dan rekam jejak panjang dalam bidang pelatihan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pembentukan karakter yang telah dikenal luas, baik di Indonesia maupun mancanegara.

"Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan PT Arga Bangun Bangsa, karena rebranding ESQ ini sudah luar biasa," katanya.

Kemitraan ini mengintegrasikan kompetensi teknis MUTU International dalam layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi dengan keunggulan ESQ dalam pengembangan karakter dan sumber daya manusia (SDM).

Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian mengungkapkan kolaborasi ini berangkat dari kesamaan visi dan misi kedua entitas dalam mengembangkan sejumlah sektor strategis, khususnya green economy, shariah economy dan good governance.

Menurutnya, dunia usaha saat ini membutuhkan korporasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap manusia dan kelestarian lingkungan.

 

"ESQ dan MUTU memiliki kesamaan misi di beberapa bidang strategis, seperti Green Economy, Shariah Economy, serta governance," ungkap Ary.

Dia menegaskan prinsip keberlanjutan harus menjadi landasan penting dalam menjalankan aktivitas bisnis. Hal tersebut sejalan dengan konsep people, planet, profit, yang menempatkan keseimbangan antara kesejahteraan manusia, kelestarian bumi, dan keuntungan perusahaan sebagai satu kesatuan.

"Kita membutuhkan korporasi yang memiliki komitmen menjaga bumi melalui prinsip people, planet, profit. Kesamaan visi ini adalah peluang besar untuk membangun sinergi menuju Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Atap Dunia 2085," ucapnya.

Topik Menarik