INET Catat Pendapatan Rp1,55 Triliun hingga September 2026, Melonjak 2.154 Persen
IDXChannel - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membukukan pendapatan neto sebesar Rp1,55 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak 2.154 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp68,60 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, laba bruto INET mencapai Rp215,59 miliar hingga September 2026, tumbuh 564,99 persen dibandingkan Rp32,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba usaha tercatat sebesar Rp129,05 miliar, meningkat 410,70 persen dibandingkan Rp25,27 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif mengatakan, pertumbuhan pendapatan dan laba usaha tersebut mencerminkan peningkatan skala bisnis perseroan sepanjang 2026.
Rusia Ketiban Durian Runtuh, Pendapatan Minyak Cetak Rekor Rp49 Triliun di Tengah Perang Teluk
"Kinerja hingga September 2026 menunjukkan peningkatan skala bisnis INET yang signifikan. Kami mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang kuat. Selanjutnya, kami akan menjaga kualitas pendapatan, pengendalian biaya, serta profitabilitas agar pertumbuhan perseroan tetap berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (2/11/2026).
Dari sisi komposisi pendapatan, jasa alih daya menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,26 triliun atau sekitar 81,77 persen dari total pendapatan neto. Adapun pendapatan dari layanan internet mencapai Rp281,95 miliar, tumbuh 319,84 persen dibandingkan Rp67,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan skala usaha, beban pokok pendapatan INET tercatat sebesar Rp1,33 triliun. Dengan demikian, perseroan membukukan laba bruto Rp215,59 miliar dengan margin laba bruto sekitar 13,94 persen.
Dari sisi bottom line, INET mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp58,06 miliar, tumbuh 199,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba per saham dasar tercatat sebesar Rp4,91.
Arif mengatakan, peningkatan laba menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perseroan. Namun, INET tetap memperhatikan komposisi pendapatan, pengelolaan arus kas, dan beban keuangan untuk menjaga kinerja keuangan dalam jangka panjang.
"Pertumbuhan laba menjadi salah satu indikator penting dalam menilai perkembangan bisnis INET. Kami juga terus memperhatikan komposisi pendapatan, pengelolaan arus kas, dan beban keuangan. Disiplin tersebut diperlukan untuk menjaga kinerja keuangan dan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang," katanya.
Dari sisi neraca, total aset INET mencapai Rp6,50 triliun per 30 September 2026, meningkat 755,07 persen dibandingkan Rp760,37 miliar pada 31 Desember 2025. Total ekuitas perseroan juga melonjak 820,21 persen menjadi Rp3,95 triliun dari Rp429,21 miliar.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp2,55 triliun, naik 670,64 persen dibandingkan Rp331,16 miliar pada akhir 2025. Posisi kas dan setara kas mencapai Rp3,96 triliun, meningkat 877,93 persen dibandingkan Rp404,44 miliar pada 31 Desember 2025.
Adapun dari aktivitas operasi, INET mencatatkan arus kas neto positif sebesar Rp68,94 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Meski demikian, angka tersebut turun 10,72 persen dibandingkan Rp77,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Melalui capaian tersebut, perseroan menyatakan akan terus menjaga pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas, sekaligus memperkuat pengelolaan arus kas serta struktur keuangan untuk mendukung kesinambungan kinerja dan kepentingan pemegang saham.
(Rahmat Fiansyah)









