Kronologi Penggerebekan Narkoba Besar-besaran di Kampung Bahari, Polisi Naik KRL Tangkap Puluhan Orang

Kronologi Penggerebekan Narkoba Besar-besaran di Kampung Bahari, Polisi Naik KRL Tangkap Puluhan Orang

Terkini | okezone | Minggu, 1 November 2026 - 18:02
share

JAKARTA - Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu 1 November 2026. Polisi kemudian mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika dan menyita sejumlah barang bukti, di antaranya senjata api.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Adhe Hariadi mengatakan, operasi dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dengan melibatkan 1.816 personel dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, BNN, Bareskrim Polri, Brimob, dan Polres Metro Jakarta Utara.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk menjangkau kawasan yang menjadi sasaran operasi.

Setelah tiba, personel gabungan menyisir sejumlah lapak di sepanjang bantaran rel kereta api dan permukiman warga yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.

"Untuk pelaku diamankan Direktorat Narkoba Polda," ujar Kombes Adhe, Minggu (1/11/2026).

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menerangkan penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai sisi untuk mencegah para pelaku melarikan diri. Dari hasil operasi, petugas menyita sejumlah barang bukti narkotika, antara lain ratusan gram sabu-sabu, ganja, dan ribuan butir ekstasi.

"Oleh karena itu kami lakukan serempak, kemudian kami berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia menambahkan, polisi juga menemukan mesin pencetak ekstasi, alat isap sabu, senjata tajam, senjata api, serta uang tunai yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba. Petugas sempat mendapat perlawanan dari sejumlah orang di lokasi, tetapi kondisi tersebut tidak mengganggu jalannya operasi.

Sebanyak 27 orang yang diamankan menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Ke depan, polisi akan membongkar lapak-lapak liar yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi narkoba serta melanjutkan pengejaran terhadap bandar utama.

"Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman. Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," katanya.

Topik Menarik