Mengapa Bendera Nepal Berbeda dengan Negara Lainnya? Ini Faktanya
JAKARTA — Mengapa bendera Nepal berbeda dengan negara lainnya? Berikut adalah fakta menarik di balik keunikannya.
Lebih dari 75 persen bendera nasional di dunia menggunakan warna merah dan berbentuk persegi atau persegi panjang. Namun, Nepal menjadi satu-satunya negara di dunia yang benderanya berbentuk dua segitiga bertumpuk. Warnanya merah tua dengan garis tepi berwarna biru gelap, serta memuat simbol bulan di segitiga atas dan matahari di segitiga bawah.
Lantas, apa yang membuat bendera Nepal memiliki bentuk yang sangat unik tersebut?
Sejarah Singkat Bendera Nepal
Awalnya, bendera hanya digunakan oleh raja sebagai tanda penguasa atau penanda pasukan dalam peperangan. Fungsinya mulai berubah pada masa pelayaran, ketika kapal-kapal membutuhkan bendera agar dapat dikenali dari jarak jauh. Dilansir dari Atlas Obscura, bentuk persegi panjang pada desain bendera dipilih karena dianggap paling mudah terbentang saat tertiup angin.
Sebelumnya, bentuk bendera di kawasan Asia cukup beragam, termasuk yang berbentuk panji atau segitiga memanjang. Namun, akibat negara-negara Eropa yang menguasai pelayaran menggunakan bentuk persegi panjang, sebagian besar negara Asia ikut mengubah bentuk bendera mereka pada pertengahan abad ke-19. Uniknya, Nepal menjadi salah satu negara yang tidak ikut mengubahnya.
Bendera berbentuk panji sendiri telah lama digunakan di Nepal. Biraj Bista, seorang mantan politisi Nepal, menyebutkan bahwa panji segitiga banyak digunakan di kuil-kuil Hindu dan Buddha di negara tersebut. Kendati dua panji dalam satu bendera terbilang tidak biasa, ia menyebut tidak ada makna khusus di balik penggabungan tersebut. Masih dilansir dari Atlas Obscura, peneliti bendera Scot Guenter menduga Nepal tidak pernah dipaksa untuk mengganti benderanya karena negara tersebut tidak pernah dijajah oleh negara lain dan tidak aktif dalam masa pelayaran dunia.
Sejarah bendera Nepal sendiri tergolong samar. Dayaram Shrestha, seorang akademisi terkemuka Nepal, menelusurinya hingga masa Raja Mandev—raja terakhir Dinasti Licchavi sekitar tahun 450 M—meskipun dokumen resminya sangat langka.
Nepal kemudian dipersatukan oleh Raja Gorkha, Prithvi Narayan Shah, pada pertengahan tahun 1700-an. Banyak catatan menyebut bendera dua panji bergambar matahari dan bulan ini mulai dibuat sekitar masa penyatuan tersebut atau awal 1800-an. Namun, belum ada bukti sejarah konkret berupa fisik bendera dari periode tersebut yang dapat diidentifikasi secara pasti. Oleh karena itu, beberapa versi bendera diperkirakan mulai dibakukan pada 1800-an—era di mana sebagian besar bendera nasional modern ditetapkan secara resmi.
Makna Simbol dan Warna pada Bendera Nepal
Warna merah merupakan warna nasional Nepal yang melambangkan keberanian dan dikaitkan dengan bunga rhododendron, bunga nasional Nepal. Sementara itu, warna biru pada garis tepi bendera melambangkan kedamaian.
Makna dari simbol matahari dan bulan pun memiliki beragam interpretasi. Sebagian pihak menilai keduanya mewakili Dinasti Shah dan Dinasti Rana, dua dinasti paling berkuasa di Nepal selama 500 tahun terakhir. Ada pula yang mengaitkannya dengan kebanggaan dan kedamaian. Anil Pandey, pendiri organisasi nirlaba Motherland Nepal, mengungkapkan filosofi lokal bahwa Nepal akan selalu berdiri selama matahari dan bulan masih ada di langit.
Sebagian masyarakat juga percaya bahwa dua bentuk segitiga pada bendera melambangkan kemegahan Puncak Himalaya. Namun, Guenter dan Pandey membantah anggapan tersebut. Menurut Guenter, makna pada bendera Nepal tidak tunggal dan dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Kesimpulannya, bendera Nepal berbeda karena negara ini secara konsisten mempertahankan bendera berbentuk panji tradisionalnya. Ketika negara-negara Asia lain mengadopsi bentuk persegi panjang khas Eropa, Nepal tetap mempertahankan bentuk segitiga uniknya hingga saat ini karena tidak pernah ditaklukkan oleh bangsa asing.










