Media Korea Selatan Ungkap Fakta Unik di Balik Kemenangan 5-0 FC Seoul atas The Cong-Viettel
HANOI – Kekalahan telak 0-5 yang dialami wakil Vietnam, The Cong-Viettel, saat menjamu FC Seoul pada laga ketiga Grup E AFC Champions League (ACL) 2 2026-2027 menjadi sorotan hangat media Korea Selatan (Korsel). Salah satu media terkemuka Korsel, OSEN, menyoroti sejumlah kejanggalan dan rekor unik yang tercipta dari duel yang berlangsung pada Selasa 28 Oktober 2026 malam WIB tersebut.
Dalam artikelnya yang berjudul kemenangan fantastis tim tamu, OSEN menggarisbawahi kebangkitan mengejutkan FC Seoul. Bagaimana tidak, klub raksasa K-League 1 tersebut sebelumnya sempat tampil memble tanpa mencetak satu gol pun dan menelan dua kekalahan beruntun di dua laga awal fase grup.
Namun, saat bersua Viettel di Vietnam, FC Seoul justru tampil sangat meledak-ledak. Mereka sukses menyarangkan lima gol sekaligus ke gawang tuan rumah lewat lima pencetak gol yang berbeda, masing-masing dicatatkan oleh Moon Seon-min dan kawan-kawan.
1. Lumpuh Total Meski Unggul Jumlah Pemain
Paradoks unik lainnya yang disorot media Korea Selatan adalah ketidakmampuan Viettel memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di paruh kedua. Pemain FC Seoul, Yazan Al-Arab, diusir keluar lapangan usai menerima kartu kuning kedua pada menit ke-66.
Meski unggul jumlah pemain selama lebih dari 20 menit sisa laga, Viettel tetap gagal mencetak gol penghibur. Ketidakmampuan membalas gol memperlihatkan tumpulnya lini serang sekaligus buruknya kreativitas serangan wakil Vietnam tersebut.
Rapuhnya barisan pertahanan Viettel bahkan sudah terlihat sejak babak pertama, di mana mereka harus memungut bola dari gawangnya sebanyak empat kali hanya dalam rentang waktu 34 menit. Lini belakang Viettel terbukti sangat kewalahan meredam umpan-umpan terobosan serta pergerakan cepat para penyerang FC Seoul.
2. Tren Buruk Viettel
Masalah kedalaman skuad disinyalir menjadi pemicu utama merosotnya performa tim asuhan Velizar Popov. Sebelum laga ini, Popov sempat mengeluhkan bahwa dari target 30 pemain yang disiapkan untuk mengarungi jadwal padat, ia hanya memiliki sekitar 18 pemain yang benar-benar siap bertanding.
Hasil buruk ini makin membenamkan posisi The Cong-Viettel di dasar klasemen sementara Grup E ACL 2 2026-2027. Mereka baru mengantongi satu poin dengan catatan mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali.
Sebaliknya, Persib Bandung makin nyaman menguasai puncak klasemen dengan sembilan poin penuh, disusul Melbourne Victory di posisi kedua dengan empat poin, dan FC Seoul melesat ke peringkat ketiga dengan tiga poin. Situasi ini membuat peluang Viettel untuk menembus dua besar dan lolos ke babak selanjutnya kian menipis.
Kekalahan menyakitkan dari FC Seoul ini sekaligus memperpanjang rekor kelam The Cong-Viettel yang kini tidak pernah menang dalam tujuh laga terakhir di seluruh kompetisi, termasuk menelan lima kekalahan beruntun. Pelatih Popov kini memikul beban berat untuk segera membenahi mentalitas dan pertahanan timnya.










