IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Pekan Ini, Kinerja Bank dan FOMC Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Pekan Ini, Kinerja Bank dan FOMC Jadi Sorotan

Ekonomi | okezone | Senin, 26 Oktober 2026 - 07:32
share

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan pekan ini. Indeks diperkirakan menguji level support di 5.185 dan resistance di 5.563.

"Sepekan ke depan, kami memperkirakan pergerakan IHSG mulai terbatas dengan support 5.185 dan resistance 5.563," ujar Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, Senin (26/10/2026).

Menurut Herditya, terdapat tiga sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini. Ketiganya meliputi rilis laporan keuangan kuartalan emiten perbankan, perkembangan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Pertama, pelaku pasar menantikan rilis laporan keuangan kuartalan sejumlah emiten perbankan besar. Kinerja sektor perbankan diharapkan dapat menopang pergerakan IHSG di tengah terbatasnya ruang penguatan indeks.

"Adanya rilis kinerja emiten-emiten perbankan, di mana dari sisi kinerja masih cenderung moderat, tetapi diharapkan bisa memperbaiki pergerakan IHSG," ungkap Herditya.

Kedua, investor mencermati perkembangan evaluasi MSCI terhadap ekosistem pasar modal Indonesia. Selain itu, pelaku pasar memantau langkah strategis organisasi regulator mandiri atau Self-Regulatory Organizations (SRO) dalam merespons isu tersebut.

"Pasar masih mencermati dan memantau perkembangan MSCI terhadap Indonesia serta kinerja SRO, apakah akan cenderung menjadikan sentimen positif ke depannya," tambah Herditya.

Ketiga, dari sisi global, pelaku pasar menantikan hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) The Fed.

Konsensus pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) pada pertemuan kali ini. Meski demikian, arah kebijakan moneter bank sentral AS tersebut masih menjadi perhatian pasar, terutama di tengah tekanan inflasi global.

Herditya menilai The Fed masih berpeluang mempertahankan sikap hawkish, bahkan menaikkan suku bunga acuan setidaknya satu kali hingga akhir 2026.

"Pada pekan depan ada FOMC Meeting, secara konsensus masih ada peluang untuk mempertahankan suku bunga. Namun demikian, seperti yang telah disampaikan, The Fed masih hawkish, bahkan akan menaikkan FFR setidaknya satu kali di 2026," pungkasnya.

Topik Menarik