5 Mata Uang Terlemah di Asia 2026, Rupiah Termasuk?
JAKARTA – 5 mata uang terlemah di Asia 2026, Rupiah termasuk?
Sejumlah mata uang di Asia mengalami tekanan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari inflasi, kebijakan moneter, dan utang luar negeri hingga ketidakpastian politik dan kondisi ekonomi global.
Nilai tukar rupiah juga menjadi sorotan setelah dolar AS sempat menembus Rp18.044. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai posisi rupiah dibandingkan mata uang negara-negara lain di Asia.
Berikut lima mata uang yang tercantum dalam daftar mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS pada 2026:
1. Rial Iran
Rial Iran menempati posisi pertama dalam daftar mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS. Satu rial disebut bernilai sekitar USD0,000001, sedangkan USD1 setara dengan sekitar 1,3 juta rial.
Pelemahan rial dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan politik yang berlangsung dalam jangka panjang. Sanksi ekonomi internasional membatasi perdagangan dan akses Iran terhadap sistem keuangan global. Selain itu, inflasi tinggi dan ketidakpastian geopolitik turut menekan kepercayaan terhadap mata uang negara tersebut.
2. Pound Lebanon
Pound Lebanon menjadi salah satu mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS. Satu pound disebut bernilai sekitar USD0,000011, sehingga USD1 setara dengan lebih dari 89 ribu pound.
Krisis perbankan menjadi salah satu faktor yang menekan perekonomian Lebanon. Banyak warga mengalami kesulitan mengakses simpanan mereka, sementara utang negara yang besar dan ketidakstabilan politik turut menghambat pemulihan ekonomi.
3. Dong Vietnam
Dong Vietnam juga tercantum dalam daftar mata uang dengan nilai nominal rendah terhadap dolar AS. Satu dong disebut bernilai sekitar USD0,000038, sedangkan USD1 setara dengan lebih dari 26 ribu dong.
Meski demikian, nilai nominal yang rendah tidak serta-merta menunjukkan lemahnya perekonomian suatu negara. Vietnam memiliki sektor manufaktur dan ekspor yang aktif. Pergerakan dong turut dipengaruhi kondisi perdagangan global, kebijakan moneter, dan perubahan arus modal internasional.
4. Kip Laos
Kip Laos menjadi salah satu mata uang Asia Tenggara yang mengalami tekanan nilai tukar terhadap dolar AS. Satu kip disebut bernilai sekitar USD0,000045, sehingga USD1 setara dengan lebih dari 22 ribu kip.
Tekanan terhadap kip berkaitan dengan sejumlah tantangan ekonomi Laos, termasuk beban utang luar negeri, inflasi, dan kebutuhan valuta asing. Faktor-faktor tersebut dapat membatasi stabilitas nilai tukar dan ruang gerak kebijakan ekonomi pemerintah.
5. Rupiah Indonesia
Rupiah Indonesia menempati posisi kelima dalam daftar berdasarkan data yang dirujuk dalam naskah ini. Satu rupiah disebut bernilai sekitar USD0,000059, sedangkan USD1 setara dengan lebih dari Rp17.000.
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk penguatan dolar AS, arus modal asing, kebijakan suku bunga global, dan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
Meski menghadapi tekanan nilai tukar, posisi rupiah perlu dilihat bersama indikator ekonomi lainnya. Nilai nominal mata uang yang rendah terhadap dolar AS tidak secara langsung menunjukkan bahwa perekonomian suatu negara lebih lemah dibandingkan negara lain.










