FKIP UNS dan SIKK Kinabalu Gelar Kerja Sama Pemberdayaan Komunitas Indonesia di Sabah

FKIP UNS dan SIKK Kinabalu Gelar Kerja Sama Pemberdayaan Komunitas Indonesia di Sabah

Terkini | okezone | Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:05
share

JAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum., serta beranggotakan dosen dari prodi akuntansi, administrasi perkantoran, pendidikan sejarah, sosiologi-antropologi, dan PPKn, melaksanakan kegiatan Pengabdian Internasional Mandatori (PIM) UNS di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia. Kegiatan PIM UNS bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Indonesia di Sabah melalui Kewirausahaan Pekerja Migran dan Pembelajaran Deep Learning Abad ke-21“ ini diselenggarakan di Aula SMA SIKK pada 15 Juli 2026 serta dihadiri oleh 41 peserta dari unsur guru dan anggota komite sekolah.

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan komunitas pekerja migran di Sabah melalui peningkatan kompetensi guru SIKK serta penguatan aspek pengetahuan kewirausahaan bagi anggota komite sekolah yang sebagian besar merupakan pekerja migran Indonesia di Sabah. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh ketua tim pengabdian yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Sekolah SIKK.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian dibagi ke dalam dua sesi paralel yang diikuti oleh para guru SIKK dan anggota komite sekolah. Sesi paralel pertama berfokus pada penguatan kapasitas guru SIKK dalam pemahaman mengenai pembelajaran abad ke-21 dan implementasi pendekatan deep learning, dengan fasilitator Nur Fatah Abidin, M.Pd., dan Yosafat Hermawan Trinugraha, Ph.D. Sesi paralel kedua berfokus pada penguatan kewirausahaan orang tua wali siswa, dengan fasilitator Dr. Susantiningrum, M.A.B., dan Dr. Sri Sumaryati, M.Pd.

Pelaksanaan pengabdian ini selaras dengan tantangan serta permasalahan yang dihadapi oleh pihak SIKK dan para orang tua wali siswa. SIKK mengorganisir sekitar 240 community learning center (CLC) dengan agenda prioritas berupa peningkatan kompetensi guru CLC yang dilaksanakan setiap tahun. Di sisi lain, upah minimum pekerja di Malaysia berada di kisaran 1.700 ringgit Malaysia (RM), sehingga literasi keuangan menjadi hal yang krusial bagi orang tua wali siswa, khususnya dalam pengelolaan keuangan saat bekerja di Malaysia maupun ketika kembali ke Indonesia.

Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan komitmen UNS dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek implementasi pendidikan berkualitas (SDGs 4) dan kemitraan strategis berkelanjutan antarpihak (SDGs 17). Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui berbagai agenda kegiatan lainnya sebagai bagian dari bentuk nyata eksistensi UNS sebagai perguruan tinggi yang bereputasi dan berdaya saing global.

Topik Menarik