Pramono Sebut IPM Jakarta Tertinggi se-Indonesia saat Bicara soal Toleransi
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta tidak terlepas dari kehidupan masyarakat yang beragam dan tingginya toleransi di Ibu Kota. Dia juga menekankan pentingnya komunikasi antarwarga untuk menjaga kerukunan dan mencegah perselisihan.
Pramono menyampaikan hal tersebut seusai meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya di Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).
Dia meyakini kehidupan keberagamaan di Indonesia saat ini sudah sangat baik, meski masih ada pihak yang berpotensi memicu perselisihan.
"Saya meyakini bahwa sebenarnya kehidupan keberagaman di Indonesia itu sudah sangat baik sekarang. Sering kali ada orang yang kemudian memicu, memancing," kata Pramono, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, komunikasi yang baik di antara sesama anak bangsa dapat mencegah konflik dan menjaga keharmonisan masyarakat.
Transformasi Bersama Danantara, BSI Sabet Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2026
"Kalau kita sebagai bangsa, sebagai keluarga besar yang berkomunikasi dengan baik di antara sesama anak bangsa, saya meyakini pasti, pasti hal yang seperti ini tidak terjadi di Jakarta," ucapnya.
Pramono juga menyinggung keterkaitan kehidupan keberagaman dengan sejumlah aspek pembangunan di Jakarta, mulai dari keagamaan, kesehatan, pendidikan, hingga kemasyarakatan.
"Hal itu tercermin dalam yang berkaitan dengan keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan. Kita tertinggi karena apa? Toleransinya sudah dianggap sebagai sebuah provinsi dengan toleransi yang tertinggi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menyampaikan perkembangan pembangunan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya. Pembangunan gereja itu telah mencapai 80 persen, sedangkan pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian akhir dan penyiapan perlengkapan.
Meski belum sepenuhnya rampung, gereja tersebut sudah dapat digunakan untuk beribadah sejak Maret 2026.
“Peresmian ini menjadi momentum penting bagi pertumbuhan kehidupan rohani, penguatan kebersamaan jemaat, serta peningkatan kontribusi gereja dalam kehidupan bermasyarakat. Ini sekaligus menegaskan Jakarta sebagai rumah keberagaman,” tuturnya.










