Dipaksa Bawa Kuil Pemujaan 650 Kg, Gajah Mengamuk dan Rusak Mobil di Festival India

Dipaksa Bawa Kuil Pemujaan 650 Kg, Gajah Mengamuk dan Rusak Mobil di Festival India

Terkini | okezone | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 00:05
share

SHIVAMOGGA - Seekor gajah peliharaan yang membawa tempat pemujaan dewi Hindu—terbuat dari perak dan emas seberat 650 kg—mengamuk saat prosesi keagamaan di India selatan, merusak sejumlah mobil dan membuat perayaan terhenti seketika.

Rekaman dari kota Shivamogga di negara bagian Karnataka memperlihatkan orang-orang berhamburan untuk menyelamatkan diri saat gajah bernama Somanna itu melenceng dari rute prosesi.

Dalam kekacauan tersebut, tempat pemujaan berhias, yang disebut sebagai ambari, jatuh dari punggung hewan itu dan mengalami kerusakan, sehingga penyelenggara memutuskan untuk menghentikan prosesi di tengah jalan.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (21/10/2026) ini memicu kemarahan dari para pegiat konservasi dan aktivis hak-hak hewan. Petugas veteriner akhirnya memberikan obat penenang kepada hewan tersebut, yang kemudian dilaporkan sedang dalam masa pemulihan di sebuah kuil di dekat lokasi kejadian.

Insiden ini berlangsung saat perayaan Dasara, sebuah festival untuk memperingati hari ketika dewi Chamundeshwari mengalahkan iblis Mahishasura. Perayaan ini sangat erat kaitannya dengan Mysuru, di mana sebuah prosesi akbar menampilkan seekor gajah yang membawa howdah atau tandu berwarna emas berisi arca sang dewi di punggungnya.

Shivamogga menggelar arak-arakan sendiri yang dikenal sebagai Jamboo Savari sebagai bagian dari perayaan Dasara.

Dalam arak-arakan inilah gajah bernama Somanna itu menjadi gelisah, yang memicu intervensi dari petugas kehutanan dan kepolisian, sementara para penonton berhamburan melarikan diri.

 

Insiden ini kembali memicu perdebatan yang terus berlanjut mengenai penggunaan gajah dalam perayaan publik, terutama ketika gajah-gajah tersebut harus membawa beban berat di tengah kerumunan orang, musik yang nyaring, serta berbagai sumber tekanan lainnya.

Dalam peristiwa ini, sejumlah pengamat juga mempertanyakan keputusan untuk menggunakan Somanna guna mengangkut struktur seremonial yang berat. Gajah berusia 36 tahun itu dipilih untuk membawa ambari setelah Sagar, gajah yang biasanya menjalankan peran tersebut, mengalami cedera kaki. Ini merupakan kali pertama Somanna dilibatkan dalam perayaan tersebut.

“650 kilogram? Tidakkah kalian peduli pada hewan-hewan ini?” tanya seorang pengguna media sosial, sebagaimana dilansir The Independent. “Lagi pula, mengapa membawa mereka dalam prosesi melewati jalanan yang ramai, dengan orang-orang menabuh genderang, dan sebagainya?”

“Memalukan sekali orang-orang yang membebani leher dan punggung bagian atas seekor gajah dengan beban 650 kilogram,” tulis yang lain. “Mereka memang bukan diciptakan untuk itu. Kapan Tuhan meminta kalian untuk menyiksa hewan demi kesenangan kalian?”

Prasanna Krishna Patagar, wakil konservator hutan di Shivamogga, mengatakan kepada Deccan Herald bahwa mereka memilih Somanna karena gajah tersebut “menunjukkan performa yang baik selama latihan yang berlangsung selama 10 hari”.

Menyusul insiden tersebut, Menteri Kehutanan Karnataka, Ramalinga Reddy, menginstruksikan para pejabat untuk memastikan bahwa gajah yang berpartisipasi dalam prosesi telah menjalani pelatihan setidaknya selama 20 hari, sebagaimana dilaporkan oleh India Today. Ia juga menyerukan agar pawang gajah yang berpengalaman dilibatkan untuk melatih hewan-hewan tersebut sebelum mereka diikutsertakan dalam perayaan publik yang ramai.

Topik Menarik