RI Optimalkan Barang Milik Negara untuk Pendidikan

RI Optimalkan Barang Milik Negara untuk Pendidikan

Ekonomi | okezone | Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:19
share

JAKARTA - Barang Milik Negara (BMN) dioptimalkan untuk dimanfaatkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub. Hal ini ditandai dengan perjanjian sewa menyewa lahan antara Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) bersama Yayasan Menara Bhakti yang kemudian akan dimanfaatkan oleh Universitas Mercu Buana Jakarta.

"Untuk kali pertama BLU BPLJSKB berhasil mengikatkan diri dalam perjanjian kerjasama pemanfaatan aset negara yang dikelolanya berupa Gedung Fasilitas Pelayanan untuk dimanfaatkan oleh Universitas Mercu Buana khususnya dalam bidang pendidikan," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ernita Titis Dewi dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Sementara, Kepala BPLJSKB Iman Sukandar menuturkan kerja sama ini bukan hanya sebagai pemanfaatan aset, tetapi juga sebagai bentuk sinergi antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan dalam mendukung pemanfaatan fasilitas secara produktif dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

"Gedung tersebut sebelumnya merupakan Gedung Fasilitas Pelayanan Terpusat dan Terpadu Uji Tipe Kendaraan Bermotor dan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut, BPLJSKB telah melaksanakan proses sewa melalui mekanisme Lelang Hak Sewa yang dilakukan secara terbuka," katanya.

Adapun, objek sewa ini adalah aset berupa tanah bangunan kantor pemerintah dengan luas 4.770 meter persegi dan bangunan gedung kantor lainnya dengan luas 1.780 meter persegi.

"Jangka waktu perjanjian ini berlaku selama dua tahun, terhitung mulai tanggal ditandatanganinya perjanjian ini pada tanggal 21 Oktober 2026 sampai dengan 20 Oktober 2028 dan akan diperpanjang untuk jangka waktu tiga tahun berdasarkan kesepakatan," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub juga soft launching Vehicle Type Approval (VTA) Online Versi 2.0. Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat Ernita Titis Dewi menyampaikan hal ini merupakan bentuk komitmen kuat Kemenhub untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan khususnya layanan pengujian tipe kendaraan bermotor.

"Transformasi layanan menggunakan sistem online telah dimulai 10 tahun yang lalu dengan diluncurkannya VTA Online versi 1.0. Transformasi ini berhasil mengubah sistem manual yang telah berlangsung selama puluhan tahun menjadi sistem digital yang jauh lebih efektif dan efisien," jelas Titis.

Dia menyebut bukti nyata dari keberhasilan transformasi ini ialah dengan tercapainya pendapatan dari PNBP hingga di atas Rp1 triliun pada tahun sejak tahun 2019. Demikian pula aspek kecepatan, transparansi, dan ketertelusuran layanan menjadi lebih baik.

 

Direktur Sarana Transportasi Jalan Yusuf Nugroho mengatakan adanya VTA Online 2.0 merupakan penyesuaian terhadap kebutuhan layananan. Solusi untuk meningkatkan sistem pelayanan publik karena digitalisasi ini sudah dimulai sejak diterbitkannya PM 144 tahun 2015 tentang Layanan Uji Tipe Kendaraan Bermotor Secara Online.

"Seluruh proses bisnis pelayanan hanya perlu diunggah dan tidak perlu hadir fisik kecuali untuk proses pengujian. Setiap perusahaan atau mitra dapat memantau dan memonitor perkembangan pelayanan hanya melalui sistem dan itu sangat memberikan kemudahan. Implementasi sepenuhnya dari versi terbaru ini akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2026," ujar Yusuf.

Dia menjabarkan bahwa pada VTA Online versi lama login dilakukan satu kotak, instruksi panjang dan captcha manual, form SPU panjang tanpa simpan otomatis, serta monitoring pasif dan verifikasi tunggal.

Sementara, dengan adanya VTA Online versi 2.0 memberikan pelayanan yang lebih baik dengan login dua panel modern, verifikasi bertingkat dan menggunakan QR-code, dashboard personalisasi, cek kesehatan profil, tracking SPU, form SPU rapi dengan draft otomatis, notifikasi berkas terhenti lebih dari 7 hari, serta dapat mengecek tunggakan.

"Kami berharap pelayanan ini dapat memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi para customer khususnya industri kendaraan bermotor, hingga menjadi pendorong tumbuh dan berkembangnya industri otomotif di Indonesia," tutupnya. 

Topik Menarik