Apa Kabar Bisnis Mixue di Indonesia? Cek Infonya di Sini!
JAKARTA, iNews.id - Apa kabar bisnis Mixue di Indonesia? Setelah beberapa tahun ekspansi dan membuka gerai di berbagai wilayah, bisnis minuman dan es krim tersebut kini memasuki fase yang tidak hanya berfokus pada penambahan gerai, tetapi juga menjaga efisiensi dan kinerja setiap gerai yang sudah beroperasi.
Mixue Indonesia saat ini mengoperasikan sekitar 2.000 gerai dengan dukungan lebih dari 1.400 mitra usaha lokal. Jaringan tersebut menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja.
Indonesia juga menjadi pasar terbesar Mixue di luar China. Di tingkat global, jaringan Mixue Group telah mencapai sekitar 64 ribu gerai yang tersebar di sejumlah negara.
Namun, semakin besar jaringan bisnis, tantangan yang dihadapi juga ikut berubah. Perusahaan kini menaruh perhatian pada bagaimana setiap gerai dapat beroperasi secara efisien dan memberikan kinerja yang sehat bagi mitra.
Direktur Hubungan Masyarakat Asia Tenggara sekaligus Wakil General Manager Mixue Indonesia, Bing Shikhuan, mengatakan ukuran keberhasilan bisnis tidak semata-mata dilihat dari jumlah gerai baru yang dibuka.
"Rantai pasok adalah keunggulan kami, dan efisiensinya akan terus kami tingkatkan dari tahun ke tahun," kata Bing dalam keterangan resminya, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, perusahaan terus memberikan dukungan operasional kepada mitra, termasuk dalam pengelolaan stok, pengaturan jam sibuk, hingga penerapan standar penyajian.
Langkah tersebut menjadi penting karena karakter bisnis minuman jaringan sangat bergantung pada konsistensi operasional. Semakin luas jaringan gerai, semakin besar pula tantangan untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan standar produk tetap terjaga.
Brand ini mengandalkan fasilitas produksi dan sistem logistik sendiri untuk menopang jaringan gerainya. Perusahaan telah mengelola fasilitas produksi sejak 2012 dan membangun sistem logistik sendiri sejak 2014.
Bahan baku kemudian didistribusikan melalui jaringan gudang dan armada pengiriman ke berbagai wilayah. Sistem rantai dingin juga digunakan untuk menjaga kualitas bahan selama penyimpanan dan perjalanan menuju gerai.
Model tersebut menjadi salah satu penopang bisnis untuk menjaga kestabilan pasokan sekaligus mengendalikan biaya distribusi.
Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tuntutan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau. Mixue menyebut peningkatan kualitas produk tetap dilakukan tanpa mengesampingkan segmen konsumen yang menjadi targetnya.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo, mengatakan harga yang terjangkau tidak harus berarti penurunan kualitas produk.
"Harga yang terjangkau tidak berarti kualitas produk harus dikurangi," ujar Valeria.
Selain produk, pengalaman konsumen di gerai menjadi bagian lain yang terus dievaluasi. Perusahaan melakukan peninjauan terhadap layanan, kecepatan penyajian, hingga kenyamanan gerai.
Hal itu menunjukkan bahwa setelah fase ekspansi besar-besaran, tantangan bisnis Mixue kini tidak berhenti pada seberapa banyak gerai yang bisa dibuka.
Di tengah aktivitas bisnis tersebut, Mixue Indonesia bersama sejumlah mitra gerai juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan PMI DKI Jakarta.
Dukungan diberikan dalam acara peresmian gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta di Jalan Kramat Raya Nomor 47, Senen, Jakarta Pusat, pada 17 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 PMI dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, serta Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani.
Valeria mengatakan, dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap aktivitas kemanusiaan yang dilakukan PMI selama ini.
"Kami memberikan dukungan ini bersama mitra Mixue sebagai bentuk apresiasi kepada PMI yang selama ini aktif membantu masyarakat," ujar Valeria.
Dengan sekitar 2.000 gerai di Indonesia, menjaga ketersediaan bahan baku, efisiensi operasional, konsistensi produk, hingga kinerja masing-masing gerai menjadi bagian penting dari keberlanjutan bisnis.
Perusahaan masih melihat ruang pertumbuhan di pasar Indonesia. Ke depan, brand ini menyatakan akan terus memperkuat operasional dan membangun pertumbuhan jangka panjang bersama mitra usaha serta masyarakat.
Di tengah persaingan bisnis minuman yang semakin ramai, perkembangan brand pun tidak lagi hanya bisa dilihat dari jumlah gerainya. Kemampuan menjaga efisiensi, kualitas, harga, dan pengalaman konsumen akan menjadi bagian penting dari perjalanan bisnisnya setelah ekspansi besar di Indonesia.









