Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.060 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.060 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Ekonomi | okezone | Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00
share

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 38 poin atau sekitar 0,21 persen ke level 18.060 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (22/10/2026).

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni meningkatnya serangan oleh kelompok Houthi di Arab Saudi, yang mendorong Amerika Serikat untuk memerintahkan sejumlah diplomat beserta anggota keluarga mereka agar meninggalkan perwakilan AS di kerajaan tersebut.

“Kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran menyerang beberapa target pada hari Rabu. Serangan tersebut menewaskan setidaknya satu orang dan melukai delapan lainnya di sebuah bandara sipil di Dammam, sementara dua orang lainnya tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di sebuah ladang minyak Arab Saudi,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Media Iran melaporkan adanya ledakan di Sirik, Iran bagian selatan, pada hari Rabu; namun, sifat maupun asal ledakan tersebut belum diketahui. Pada hari Rabu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada Financial Times bahwa Iran sepenuhnya siap untuk membela diri. Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan kepada media pemerintah bahwa AS tidak bisa mengharapkan dialog selama mereka terus melakukan blokade dan melontarkan ancaman terhadap Iran. Dalam dua minggu terakhir, tercatat setidaknya 18 serangan yang menyasar kapal-kapal.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menerima utusan khusus AS, Steve Witkoff, di St. Petersburg pada hari Rabu untuk membahas pengakhiran perang di Ukraina. Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya terbaru Washington untuk menghentikan konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Pihak Kremlin menyatakan bahwa Putin telah setuju untuk melanjutkan kembali perundingan damai dengan Ukraina yang dimediasi oleh AS paling cepat bulan depan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan dukungannya terhadap perundingan tersebut dan berharap agar pembicaraan dapat dimulai sesegera mungkin.

Di Amerika Serikat, agenda ekonomi relatif sepi, namun pelaku pasar mendapatkan sentimen positif dari bursa saham AS yang terus menguat, didorong oleh lonjakan saham sektor teknologi akibat antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI). Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan The Fed minggu depan, serta rilis indikator inflasi yang menjadi acuan utama bank sentral AS, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE Price Index).

Dari sentimen domestik, Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memandang bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah kuat, namun akan tetap di bawah target pemerintah, yakni 8. Pada 2027, pemerintah mulai menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 atau cukup lebih tinggi dari target tahun ini yaitu 5,4. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap di bawah target pemerintah tersebut.

 

Fitch juga menggarisbawahi risiko-risiko dari meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan erosi terhadap konsistensi maupun kredibilitas dari bauran kebijakan. Kondisi ini terjadi di tengah pembuatan kebijakan yang semakin tersentralisasi. Hal tersebut tertuang dalam penilaian Fitch yang menurunkan prospek kredit Indonesia dari Stable ke Negative pada Maret 2026 lalu.

Adapun kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah didasari oleh perkembangan ekonomi makro terkini di tengah kenaikan harga energi global. Misalnya, pertumbuhan ekonomi selama semester I/2026 mencapai 5,45 (YoY) atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yakni 5,1. Namun, Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini juga tidak akan mencapai target pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengkritik usulan MSCI untuk menghapus status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) dan mengklasifikasikannya kembali sebagai pasar tersendiri (standalone market), seraya menegaskan bahwa Jakarta tidak akan gentar oleh rencana tersebut. Kepala Negara pun membuka opsi penghematan anggaran lebih besar apabila diperlukan.

"Berdasarkan analisis tersebut, diprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS," tukasnya.

Topik Menarik