Indonesia, Qatar, Pakistan, dan Turki Tandatangani Perjanjian Pertahanan MoU Badr
ANKARA - Turki, Qatar, Pakistan, dan Indonesia pada Rabu (21/10/2026) menandatangani sebuah perjanjian untuk meningkatkan kerja sama pertahanan serta memperkuat kapabilitas pertahanan, demikian diumumkan Kementerian Pertahanan Turki.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyampaikan bahwa negara-negara itu menandatangani “Nota Kesepahaman Badr” (Badr Memorandum of Understanding/MoU) di Doha, sebagai wujud keinginan mereka untuk semakin memperdalam kerja sama dan mengembangkan kemitraan.
“Perjanjian ini memiliki nilai ekonomi yang signifikan,” demikian pernyataan dari kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Arab News. Pernyataan tersebut menambahkan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama dalam produksi militer, meningkatkan kapabilitas militer, serta memfasilitasi kolaborasi dalam pelatihan teknis militer, penelitian, dan pengembangan.
“Dengan memanfaatkan kapabilitas produksi militer yang khas dari masing-masing negara, inisiatif ini akan memfasilitasi kerja sama dan integrasi, meningkatkan kapasitas industri pertahanan, serta memungkinkan pemenuhan kebutuhan negara-negara sekutu maupun negara sahabat,” tambahnya.
Turki, yang memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO serta industri pertahanan yang tangguh, telah membantu negara-negara Teluk—termasuk Qatar, tempat Turki menempatkan pangkalan militer—dalam memperkuat pertahanan mereka di tengah situasi konflik yang melibatkan Iran.
Pada Agustus, Turki menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak dianggap sebagai serangan terhadap seluruh pihak dalam pakta tersebut. Ankara juga menjalin hubungan erat dengan Indonesia, khususnya di sektor industri pertahanan.
Kementerian terkait menyatakan bahwa kesepakatan Badr akan mempererat hubungan antara industri pertahanan negara-negara tersebut serta meningkatkan kolaborasi guna mendukung keamanan dan mencapai tujuan bersama.
Haluk Gorgun, Kepala Presidensi Industri Pertahanan Turki, mengatakan bahwa kesepakatan ini menjadi landasan bagi "kerja sama strategis" untuk mengembangkan produksi bersama dan teknologi.
"Berbagi teknologi, pengembangan bersama, dan penguatan kapabilitas produksi dalam negeri merupakan inti dari industri pertahanan yang berkelanjutan. Sebagai Turki, kami menghargai kemitraan yang melampaui sekadar model pengadaan produk jadi, yakni kemitraan yang mendorong pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur industri suatu negara," ujar Gorgun dalam sebuah pernyataan.
"Kami yakin bahwa Nota Kesepahaman Badr ini akan berkontribusi dalam mengubah kapabilitas yang saling melengkapi antara Qatar, Pakistan, Indonesia, dan Turki menjadi proyek-proyek yang konkret," tambahnya.










