40 Warga Sipil Tewas dalam Serangan di Kamp Menaka Mali
MALI - Lebih dari 40 warga sipil tewas dalam serangan akhir pekan oleh kelompok bersenjata terhadap kamp-kamp perumahan di seluruh wilayah Menaka, timur laut Mali, menurut sumber keamanan dan masyarakat.
Para penyerang datang dengan sepeda motor, menyerbu permukiman yang sebagian besar dihuni anggota komunitas Daoussahak, sekitar 50 kilometer dari kota Menaka, di dalam dan sekitar Desa Tinabow dan daerah Tagadayat.
Biro eksekutif komunitas Daoussahak mencurigai kelompok teror Daesh berada di balik serangan tersebut, melansir TRT, Selasa (20/10/2026). Mereka pun mengutuk insiden tersebut sebagai pembantaian dan menyerukan bantuan kemanusiaan darurat bagi para korban yang mengungsi ke Menaka.
Komunitas ini juga merupakan asal mula kelompok bersenjata MSA. Sebuah sumber keamanan yang berbasis di Gao mengatakan kepada AFP bahwa pembunuhan itu terjadi sebagai pembalasan atas operasi militer yang dilakukan di daerah tersebut baru-baru ini. Laporan awal menunjukkan sekitar 40 korban jiwa, sebagian besar laki-laki.
Pejabat keamanan lainnya mengatakan, jumlah korban tewas telah mencapai 50 orang. Bahkan, pihaknya mencatat bahwa para penembak membidik siapa pun yang bergerak termasuk anak muda dan orangtua.
Seorang saksi mata setempat dari Tinabow menggambarkan ketika lusinan sepeda motor tiba-tiba datang, dan para penyerang mulai menembak dan membakar rumah-rumah. Mereka tidak berbicara kepada siapa pun. Mereka hanya mulai membunuh.
"Saya melihat puluhan mayat," katanya.
Seorang pejabat lokal terpilih membenarkan telah melihat lebih dari 50 jenazah, termasuk perempuan dan orang lanjut usia. Sejak 2012, Mali telah bergulat dengan krisis keamanan multi-front yang mempertentangkan angkatan bersenjata nasional dan sekutu paramiliter melawan kelompok militan, kelompok separatis Tuareg, dan jaringan kriminal.
Junta militer merebut kekuasaan setelah kudeta pada 2020 dan 2021 di negara tersebut. Sementara militer Mali mengonfirmasi bahwa mereka melakukan serangan dengan menargetkan pangkalan utama yang menampung beberapa elemen teroris dan peralatan militer.










