Profil dan Pendidikan Tasya Farasya, Selebgram yang Curiga Instagramnya Kena Shadow Ban Usai Suarakan Karhutla

Profil dan Pendidikan Tasya Farasya, Selebgram yang Curiga Instagramnya Kena Shadow Ban Usai Suarakan Karhutla

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:35
share

NAMA Tasya Farasya kembali menjadi sorotan publik. Selebgram sekaligus beauty influencer tersebut jadi sorotan usai mengungkapkan kecurigaan bahwa akun Instagram miliknya mengalami shadow ban usai menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Tasya Farasya mengaku mengalami penurunan drastis jumlah penonton Instagram Story setelah mengunggah konten mengenai persoalan lingkungan tersebut. Kecurigaan itu muncul setelah Tasya membandingkan jumlah penonton Instagram Story miliknya.

Jika biasanya konten tersebut ditonton lebih dari satu juta kali, unggahan terkait karhutla disebut hanya memperoleh sekitar 85 ribu penonton. Melalui unggahannya, Tasya mempertanyakan kemungkinan adanya pembatasan jangkauan setelah dirinya menyampaikan pendapat mengenai isu tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang memastikan bahwa penurunan jumlah penonton itu disebabkan oleh shadow ban atau berkaitan langsung dengan unggahan tentang karhutla. Di tengah perhatian publik terhadap persoalan tersebut, profil dan latar belakang pendidikan Tasya Farasya turut menarik perhatian.

Sosok yang dikenal lewat konten kecantikan ini ternyata memiliki latar belakang akademik di bidang kedokteran gigi. Lantas, seperti apa profil dan latar pendidikannya?

1. Profil Tasya Farasya

Tasya Farasya memiliki nama asli Lulu Farassiya. Lahir di Jakarta pada 25 Mei 1992, ia dikenal luas sebagai beauty influencer yang rutin membagikan konten seputar makeup, perawatan kulit, serta ulasan berbagai produk kecantikan.

Tasya merupakan saudara kembar Tasyi Athasyia dan memiliki seorang kakak bernama Selvi Alavia. Ketertarikannya terhadap dunia kecantikan telah terlihat sejak remaja, ketika ia mulai bereksperimen dengan berbagai gaya riasan.

Sebelum dikenal sebagai kreator konten, Tasya juga pernah menekuni pekerjaan sebagai model dan makeup artist (MUA). Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan awalnya membangun karier di industri kecantikan.

Popularitasnya kemudian berkembang melalui media sosial, terutama Instagram dan YouTube. Konten ulasan produk yang detail serta gaya penyampaiannya yang khas membuat Tasya dikenal sebagai salah satu beauty influencer Indonesia.

2. Pendidikan Tasya Farasya

Di balik kesibukannya sebagai selebgram, Tasya Farasya memiliki latar belakang pendidikan di bidang kedokteran gigi. Ia diketahui merupakan lulusan SMA Negeri 8 Jakarta sebelum melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

Tasya menempuh pendidikan tinggi bersama saudara kembarnya, Tasyi Athasyia. Keduanya sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

Meski memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, Tasya memilih mengembangkan karier di industri kecantikan dan media digital. Ketertarikannya terhadap makeup yang telah tumbuh sejak usia muda akhirnya menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya.

Keputusan tersebut mengantarkannya menjadi kreator konten yang tidak hanya membagikan tutorial makeup. Dia juga juga memberikan ulasan mengenai produk kecantikan dari berbagai merek.

 

3. Perjalanan Karier sebagai Beauty Influencer

Karier Tasya Farasya berkembang seiring meningkatnya popularitas konten kecantikan di media sosial. Ia membagikan berbagai tutorial riasan, rekomendasi produk, hingga ulasan berdasarkan pengalaman menggunakan produk tertentu.

Salah satu ciri khas kontennya adalah ulasan yang terperinci dan gaya komunikasi yang ekspresif. Hal tersebut membuat kontennya menarik perhatian audiens yang mencari referensi sebelum membeli produk kecantikan.

Seiring bertambahnya popularitas, Tasya juga memperluas kiprahnya dari kreator konten menjadi pengusaha di industri kecantikan. Ia mendirikan Mother of Pearl (MOP Beauty), merek kecantikan yang dikembangkannya berdasarkan ketertarikannya terhadap makeup dan kebutuhan konsumen.

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang bagi kreator untuk membangun komunitas sekaligus mengembangkan bisnis.

4. Suarakan Isu Karhutla, Curiga Instagram Mengalami Shadow Ban

Pada Oktober 2026, Tasya Farasya kembali menjadi perhatian setelah menyampaikan kepeduliannya terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Ia menduga jangkauan Instagram Story miliknya mengalami penurunan setelah membahas persoalan tersebut.

Tasya mengungkapkan bahwa jumlah penonton yang biasanya melampaui satu juta kali turun menjadi sekitar 85 ribu kali pada unggahan terkait karhutla. Perbedaan tersebut membuatnya mempertanyakan apakah akun Instagram miliknya mengalami pembatasan jangkauan.

Istilah shadow ban umumnya digunakan untuk menggambarkan dugaan pembatasan visibilitas konten di media sosial tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun. Namun, penurunan jumlah penonton saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa pembatasan tersebut benar-benar terjadi.

Jangkauan konten media sosial dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga penyebab penurunan jumlah penonton yang dialami Tasya belum dapat dipastikan.

Topik Menarik