Apa Hasil Pertemuan BEI dengan MSCI Bahas Standalone Market?

Apa Hasil Pertemuan BEI dengan MSCI Bahas Standalone Market?

Ekonomi | okezone | Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28
share

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar pertemuan secara daring dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan BEI dengan MSCI ini menyusul pengumuman MSCI yang berencana menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market. 

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama saat ini pihaknya tidak bisa menyampaikan kesimpulan dari hasil pertemuan yang diselenggarakan virtual.

"Kami membicarakan banyak hal. Namun, seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan MSCI, kami tidak dapat mengungkapkan detail maupun kesimpulan dari pertemuan tersebut," ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).

Meski demikian, pasca pertemuan dengan MSCI dilangsungkan, bursa mengambil 2 inisiatif baru sebagai kelanjutan agenda transformasi integritas pasar modal. Pertama menghapus saham-saham HSC dalam IHSG, dan kedua pengungkapan data kepemilikan saham diatas 1 persen dengan menambahkan notifikasi afiliasi dengan emiten terkait. 

Jeffrey menegaskan, kebijakan tersebut diambil bukan karena merespon hasil review MSCI maupun hasil diskusi dengan MSCI yang dilakukan hari ini. Namun kedua inisiatif tersebut memang sudah masuk dalam pipeline bursa. 

"Dua inisiatif baru ini. Kami melakukan apa yang baik untuk pasar modal Indonesia. Seperti yang saya sampaikan tadi, detail maupun kesimpulan dari pertemuan hari ini tidak dapat kami ungkapkan kepada publik berdasarkan kesepakatan bersama," katanya.

 

Sebelumnya, Jeffrey mengatakan pertemuan virtual dengan MSCI yang diselenggarakan hari ini bertujuan untuk menanyakan maksud penyedia indeks tersebut mengeluarkan pengumuman konsultasi penurunan klasifikasi market dari emerging ke standalone market. 

Dia mengatakan, selama ini penyedia indeks global seperti MSCI atau FTSE kerap memberikan feedback positif terkait laporkan yang disampaikan soal agenda transformasi integritas di pasar modal. 

"Kami ingin menanyakan klarifikasi terkait latar belakangnya. Karena ini merupakan sesuatu yang tidak terduga, pasar akan bereaksi dalam kondisi panik, bingung, dan penuh ketidakpastian," ujarnya.

Jeffrey mengatakan, pasar modal Indonesia saat ini sudah sesuai dengan standar emerging market. Pandangan tersebut tidak hanya berasal dari BEI, tetapi juga didukung oleh sejumlah investor global yang telah berdiskusi dengan Bursa. 

Dia menambahkan, fundamental perusahaan tercatat dinilai BEI juga masih cukup baik, tercermin dari kemampuan perusahaan membukukan keuntungan dan membagikan dividen kepada pemegang saham. Selain itu, jumlah investor ritel domestik juga telah berkembang signifikan.

"Para partisipan dan investor global yang berdiskusi dengan kami juga sepakat bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada dalam kategori emerging market. Bahkan, dalam beberapa poin, Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara emerging market lainnya," sambung Jeffrey. 

Topik Menarik