UMKM Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026
JAKARTA - Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menjadi peluang bagi UMKM unjuk gigi dalam memperkuat kapasitas dan potensi agar mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya UMKM hasil inkubasi program Peruri Digital Entrepreneur Academy yang lolos kurasi.
UMKM ini yaitu D'craft Indonesia yang menghadirkan aneka produk kriya premium ramah lingkungan berbahan dasar kayu, serta Dakey House yang berfokus pada inovasi pemanfaatan limbah kelapa menjadi media tanam berkualitas. Kehadiran kedua jenama ini membuktikan efektivitas pembinaan berkesinambungan yang dilakukan perusahaan dalam melahirkan komoditas lokal bernilai tambah tinggi yang siap bersaing secara global.
"Momentum emas ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk menjajaki kemitraan bisnis, menyerap standar mutu internasional, dan membuka jalan menuju kontrak dagang jangka panjang dengan mitra global,” jelas Head of Corporate Secretary Perum Peruri Adi Sunardi dalam keterangannya, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Keikutsertaan mitra binaan ini mempertegas peran dalam mendorong roda ekonomi kreatif dan hijau di Indonesia. Melalui platform berskala internasional ini, Peruri memberikan ruang strategis sebagai wadah pemberdayaan UMKM.
"Salah satunya dengan memberikan panggung bagi mitra binaannya untuk memperkenalkan produk-produk serta karya inovatif mereka secara langsung di hadapan pembeli mancanegara (global buyers)," katanya.
Pembukaan resmi TEI 2026 pada 14 Oktober 2026 ditandai dengan kunjungan Menteri Perdagangan Budi Santoso, bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, beserta delegasi terkait ke area pameran guna melihat langsung inovasi produk dalam negeri yang berorientasi ekspor.
Agenda peninjauan ini memperlihatkan dukungan kuat pemerintah dalam memperluas jangkauan pasar internasional, sekaligus menegaskan peran pelaku usaha nasional sebagai motor penggerak ketahanan ekonomi nasional.
Pihaknya berharap seluruh mitra binaan dapat mengoptimalkan bekal pelatihan tata kelola dan digitalisasi yang telah didapatkan guna memperluas jangkauan pasar ekspornya di kancah internasional.
“Kami ingin UMKM tampil dengan produk yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan, sesuai dengan standar yang dicari pasar internasional. Karena itu, pendampingan akan terus kami lakukan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga pembukaan akses pasar. Kami berharap partisipasi di TEI 2026 menjadi langkah awal bagi mereka untuk menembus rantai pasok global dan ikut memperkuat ekspor nasional,” katanya.










