PSIM Yogyakarta Pecat Jean-Paul van Gastel, Tunjuk Guntur Cahyo Utomo Jadi Caretaker
JAKARTA - Manajemen PSIM Yogyakarta memecat pelatih Jean-Paul van Gastel. Sebagai gantinya, PSIM menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai carataker.
1. PSIM Pecat Jean-Paul van Gastel
Jean-Paul van Gastel dipecat setelah hasil buruk yang didapat klub berjuluk Laskar Mataram tersebut. Hingga pekan kelima Super League 2026-2027, PSIM Yogyakarta baru sekali seri dan menelan 4 kekalahan. Hasil ini membuat PSIM terdampar di posisi 16 klasemen sementara Super League 2026-2027.
Setelah bermain imbang 1-1 lawan Persita Tangerang di laga home pada laga perdana BRI Super League 2026/27, PSIM tak mampu memperlihatkan grafik menanjak.
Kalah 0-1 dari Persebaya di Surabaya, takluk 1-2 dari Madura United FC di Pamekasan, dan dipermalukan di laga home masing-masing 0-4 dari Persija Jakarta dan 1-2 dari PSM Makassar menjadi bukti prestasi menyedihkan PSIM di awal musim ini.
Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengumumkan langkah tegas manajemen tim dengan warna kebesaran biru itu.
Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026, PPN PMSE Jadi Penopang Utama
“Terkait situasi yang memang belum bisa membawa PSIM kepada kemenangan, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Jean-Paul van Gastel,” kata Yuliana Tasno, melansir iLeague.
Dia memastikan keputusan tegas ini diambil tidak hanya karena adanya tekanan dari suporter yang kecewa dengan performa PSIM, namun juga diambil berdasarkan penilaiannya mengenai hal yang terbaik bagi PSIM.
“Yang pasti, pada prinsipnya adalah saya melakukan apa yang benar untuk PSIM,” tuturnya.
Dari lima laga yang sudah dijalani PSIM, perfoma Ze Valente dan kawan-kawan memang belumlah bisa membuat stakeholder PSIM tersenyum.
Pasalnya PSIM hanya mampu mencetak tiga gol dan sudah kebobolan sebanyak 10 kali. Bahkan pada dua kekalahan terakhir di laga home, PSIM kebobolan enam gol dan hanya mampu mencetak satu gol.










