Bawa Celurit saat Konvoi, 11 Pemuda Diamankan Polisi di Jakarta Timur

Bawa Celurit saat Konvoi, 11 Pemuda Diamankan Polisi di Jakarta Timur

Terkini | okezone | Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14
share

JAKARTA - Polisi menangkap 18 pemuda yang diduga hendak terlibat aksi tawuran di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Dalam operasi tersebut, petugas turut menyita lima bilah celurit dan sejumlah barang bukti lainnya.

Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo menjelaskan, patroli dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah potensi aksi kekerasan sejak dini.

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan tenang, tanpa terganggu aksi tawuran atau kekerasan jalanan. Karena itu, patroli terus kami lakukan, termasuk menindaklanjuti informasi dari warga. Terhadap para pemuda yang diamankan, penanganannya dilakukan secara proporsional melalui pemeriksaan dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Wahyu, Sabtu (17/10/2026).

Patroli menyasar sejumlah titik yang berpotensi mengalami gangguan keamanan, yakni Jalan Tanah Mas I, Jakarta Timur; kawasan Pasar Loak dan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat; serta Jalan Raden Inten, Jakarta Timur.

Dalam tiga kegiatan tersebut, petugas mengamankan lima bilah celurit, satu batang besi panjang, sejumlah telepon genggam, dan kendaraan bermotor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Di Jalan Tanah Mas I, Jakarta Timur, pada Sabtu sekitar pukul 03.45 WIB, petugas mengamankan 11 pemuda setelah mendapati rombongan yang berkonvoi menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kelompok tersebut diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Kelapa Gading. Dari lokasi itu, petugas turut mengamankan satu bilah celurit, satu batang besi panjang, tujuh telepon genggam, dan empat sepeda motor.

Sementara itu, patroli Polres Metro Jakarta Pusat pada Sabtu sekitar pukul 03.17 WIB mengamankan empat pemuda di sekitar Jalan Pasar Loak dan Jalan Benda Barat, Kemayoran.

Sebelumnya, petugas mendapati sekelompok pengendara sepeda motor yang diduga membawa senjata tajam. Kelompok tersebut berusaha melarikan diri saat melihat kehadiran polisi. Dalam penindakan itu, petugas menemukan dua bilah celurit, satu telepon genggam, dan satu sepeda motor.

Di lokasi lain, yakni Jalan Raden Inten, Jakarta Timur, pada Jumat (16/10/2026) petang, personel Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan rencana tawuran.

 

Meski kelompok yang dilaporkan telah membubarkan diri, petugas tetap menyisir kawasan tersebut. Hasilnya, tiga pemuda diamankan bersama dua bilah celurit, dua telepon genggam, dan dua sepeda motor.

Sebanyak 11 pemuda yang diamankan di Jalan Tanah Mas I dibawa ke Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk menjalani pembinaan, termasuk pembinaan rohani dan mental, serta pendalaman lebih lanjut.

Sementara itu, empat pemuda dari wilayah Kemayoran diserahkan kepada Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Adapun tiga pemuda yang diamankan di Jalan Raden Inten dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, patroli tersebut mengedepankan kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat guna mencegah gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban.

"Polisi bersama masyarakat bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi bagaimana kehadiran itu benar-benar memberikan dampak dan rasa aman bagi warga. Ketika masyarakat bisa beristirahat dengan tenang, anak-anak terlindungi dari pengaruh kekerasan, dan lingkungan terjaga dari potensi tawuran, di situlah pelayanan kepolisian dirasakan manfaatnya. Kami juga mengapresiasi warga yang peduli dan memberikan informasi kepada petugas," ujar Budi.

Polda Metro Jaya mengajak orang tua, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.

Masyarakat yang mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan dapat segera menghubungi kepolisian melalui layanan 110. Kepedulian bersama dan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Topik Menarik