Ombudsman Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Bali
JAKARTA - Ombudsman mengungkap penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang menyebabkan antrean di sejumlah SPBU.
Komisioner Ombudsman RI Abdul Ghoffar mengungkapkan, keterlambatan kapal dan proses bongkar muat di Terminal BBM Manggis menjadi salah satu pemicu persoalan tersebut.
“Di Bali misalnya, tim Ombudsman menemukan bahwa telah terjadi keterlambatan kapal dan bongkar di terminal IT atau terminal IT Manggis,” ujar Ghoffar saat konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dia menjelaskan, Terminal BBM Manggis memiliki peran penting dalam memasok BBM ke Bali. Keterlambatan kapal dan proses bongkar muat di terminal tersebut menjadi salah satu persoalan yang ditemukan tim Ombudsman.
“Ini adalah terminal terbesar di Pulau Bali, dan oleh karena itu kemudian terjadi sebagaimana yang teman-teman ketahui di berbagai macam pemberitaan,” kata Ghoffar.
Ghoffar juga mengatakan, persoalan distribusi menjadi salah satu indikasi awal penyebab antrean dan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali.
“Selain itu juga penyebab dan faktor lainnya adalah ada juga yang terkait dengan karena ketidaksesuaian kebutuhan riil, kuota, dan pasokan.”
Pada kesempatan itu, Ghoffar mengatakan persoalan antrean dan kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Bali. Ombudsman menerima informasi awal mengenai kondisi tersebut dari 25 provinsi hingga 13 Oktober 2026.
“Pada siang hari ini, teman-teman semuanya, ada beberapa hal yang mungkin ingin kami sampaikan kepada masyarakat luas bahwa kemarin Ombudsman Republik Indonesia menerima setidaknya beberapa informasi dari 25 provinsi di Indonesia. Terkait dengan kondisi terkini antrean BBM di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia,” tuturnya.
Selain Bali, daerah yang dilaporkan mengalami persoalan BBM antara lain Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan Jawa Barat.










