UMKM Bidik Pasar Global di Pameran Kerajinan Terbesar ASEAN 2026

UMKM Bidik Pasar Global di Pameran Kerajinan Terbesar ASEAN 2026

Ekonomi | okezone | Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:48
share

JAKARTA – International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 menjadi ajang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk kerajinannya sekaligus menjajaki peluang pasar yang lebih luas. Ini juga menghadirkan produk dari berbagai sektor, mulai dari kerajinan ramah lingkungan hingga fesyen inklusif.

INACRAFT 2026 mengusung tema “Techno Craft” dan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Pameran yang diinisiasi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) ini menjadi wadah bagi pelaku industri kriya untuk mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli serta memperluas jejaring bisnis.

Sejumlah UMKM turut menampilkan produk unggulannya dalam pameran tersebut, di antaranya Oh My Craft yang berfokus pada kerajinan tangan ramah lingkungan dan Kreasi Tuli Indonesia yang bergerak di sektor fesyen. 

Kehadiran kedua usaha tersebut menunjukkan beragamnya pendekatan yang dikembangkan pelaku UMKM dalam menghasilkan produk kreatif, mulai dari pemanfaatan konsep ramah lingkungan hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.

Kreasi Tuli Indonesia menjadi salah satu contoh usaha yang mengangkat aspek inklusivitas melalui produk fesyen. Keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses kreatif menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan berusaha sekaligus memperkenalkan karya yang memiliki nilai tambah di industri kreatif.

Selain mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, INACRAFT 2026 juga mengangkat pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan produk kriya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan daya saing, mengikuti perkembangan pasar, serta menjangkau konsumen di dalam maupun luar negeri.

Head of Corporate Secretary PERURI Adi Sunardi mengatakan, pameran seperti INACRAFT dapat membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha dan menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Melalui kesempatan ini, para pelaku UMKM memiliki peluang untuk memperluas jejaring usaha, membangun kolaborasi baru, hingga memperoleh akses pasar yang lebih luas,” ujar Adi.

Penyelenggaraan INACRAFT juga menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi perajin melalui keterlibatan wirausaha muda atau youthpreneurs. Selain menjaga keberlanjutan industri kriya, regenerasi tersebut diharapkan mendorong munculnya produk yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar.

Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin kompetitif, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas produk, inovasi desain, serta kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen. 

Penguatan aspek tersebut menjadi salah satu faktor penting agar produk kerajinan Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global.

Topik Menarik