Moms Wajib Tahu! Ini Penyebab Terjadinya Gangguan Mental Anak
JAKARTA - Masalah kesehatan mental pada anak bisa memengaruhi cara mereka berpikir, merasa, dan berperilaku. Namun, kondisi tersebut biasanya tidak muncul hanya karena satu penyebab. Ada berbagai faktor yang dapat saling berkaitan dan memengaruhi kesehatan mental anak.
Dilansir dari Mental Health Center Kids, faktor tersebut meliputi genetik, perubahan biologis, lingkungan, pengalaman hidup, kondisi kesehatan fisik, hingga kemampuan anak dalam menghadapi stres.
Penyebab Gangguan Mental pada Anak
Berikut beberapa faktor yang perlu diketahui orang tua.
1. Faktor genetik
Riwayat gangguan mental dalam keluarga bisa membuat seorang anak memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya. Misalnya, jika orang tua atau kerabat dekat pernah mengalami kecemasan atau depresi.
Gen juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kerja zat kimia di otak seperti serotonin dan dopamin, serta bagaimana sistem saraf merespons stres.
2. Perubahan biologis
Hasil Babak Pertama Borneo FC vs Persija : Alexander Jeremejeff Bawa Macan Kemayoran Unggul
Perubahan yang terjadi dalam tubuh anak juga dapat memengaruhi suasana hati dan cara mereka menghadapi stres. Salah satunya adalah perubahan hormon yang terjadi selama masa pubertas.
Hormon seperti testosteron dan estrogen bekerja pada bagian otak yang mengatur emosi. Perubahan fisik selama pubertas juga dapat memengaruhi cara orang lain memperlakukan anak, misalnya meningkatnya tekanan dari teman sebaya atau perubahan pola pengasuhan.
3. Lingkungan tempat anak tumbuh
Rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam kesehatan mental anak. Lingkungan yang membuat anak merasa dicintai, didengarkan, dan aman dapat membantu mereka membangun rasa percaya diri serta kemampuan menghadapi stres.
Sebaliknya, lingkungan yang penuh konflik, tidak menentu, atau minim dukungan emosional bisa meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan mental.
4. Trauma dan pengalaman buruk
Pengalaman yang menyakitkan atau membuat anak merasa tidak aman juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Trauma dapat berupa kekerasan, penelantaran, perundungan, kehilangan orang yang dicintai, hingga menyaksikan kekerasan di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.
Jika pengalaman traumatis terjadi berulang kali, anak dapat lebih rentan mengalami masalah perilaku. Mereka mungkin menjadi lebih mudah marah, menarik diri, atau merasa takut.
5. Faktor psikologis
Cara anak berpikir, merasakan sesuatu, dan menghadapi masalah juga bisa memengaruhi kesehatan mentalnya. Faktor-faktor tersebut terbentuk dari perpaduan antara kondisi biologis dan lingkungan tempat anak tumbuh.
Sebagian anak mungkin lebih sensitif terhadap stres, kesulitan mengatur emosi, atau memiliki rasa percaya diri yang rendah. Akibatnya, masalah sehari-hari yang sebenarnya sederhana bisa terasa sangat berat bagi mereka.
6. Kondisi kesehatan fisik
Anak yang memiliki penyakit fisik jangka panjang, seperti diabetes, epilepsi, asma, cerebral palsy, kanker, atau penyakit jantung, juga dapat lebih berisiko mengalami masalah kesehatan mental.
Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kecemasan, depresi, atau rendahnya rasa percaya diri. Pada beberapa penyakit, gangguan kesehatan secara langsung dapat memengaruhi otak atau sistem saraf.
Di sisi lain, tekanan akibat hidup dengan penyakit kronis juga bisa menjadi beban bagi anak. Rasa sakit, pengobatan yang melelahkan, perubahan penampilan, hingga kekhawatiran mengenai kondisi tubuh dapat memengaruhi kondisi emosional mereka.
Efek samping pengobatan tertentu juga dapat berpengaruh terhadap suasana hati. Misalnya, obat steroid pada kondisi tertentu dapat memicu perubahan suasana hati.
Kenali Perubahan Perilaku Anak
Masalah kesehatan mental pada anak tidak selalu terlihat dalam bentuk kesedihan atau tangisan. Anak yang mengalami kecemasan, misalnya, mungkin justru sering mengeluh sakit perut sebelum berangkat sekolah. Sementara itu, anak yang mengalami depresi bisa terlihat tidak tertarik melakukan aktivitas yang biasanya mereka sukai atau menjadi lebih mudah marah.
Memperhatikan perubahan pada anak sejak awal dapat membantu orang tua memberikan dukungan yang sesuai dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.










