Strategi Bisnis Maksimalkan Potensi Cuan di Kuartal IV-2026
JAKARTA - Kuartal IV-2026 menjadi momentum penting bagi bisnis dalam memaksimalkan dan meningkatkan penjualan. Hanya saja, lonjakan transaksi tidak otomatis membuat keuntungan ikut meningkat.
Pelaku usaha justru perlu memastikan anggaran iklan, target konsumen, dan tingkat konversi berjalan seimbang agar pertumbuhan penjualan tetap menghasilkan margin yang sehat.
Tantangan tersebut semakin relevan di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat. Pelaku usaha tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan atau traffic, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas konsumen, nilai transaksi, hingga kemampuan toko mengubah kunjungan menjadi pembelian.
Managing Director Agile Advertising Ryan Sidharta mengatakan, persoalan yang dihadapi bisnis dalam pemasaran digital bukan semata-mata rendahnya jangkauan iklan. Ketepatan sasaran audiens dan kesesuaian strategi dengan karakteristik setiap industri turut menentukan efektivitas kampanye.
“Mayoritas brand yang mengalami kendala pemasaran sebenarnya bukan kekurangan jangkauan atau reach. Iklan mereka sampai ke audiens, tetapi bukan ke orang yang tepat. Dinamika pasar dan perilaku konsumen bergerak sangat cepat, sehingga kecocokan antara produk, audiens, dan pesan iklan harus terus ditemukan dan disesuaikan kembali,” ujar Ryan, di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Ryan, peningkatan jumlah pesanan juga belum tentu menunjukkan kinerja bisnis yang sehat. Jika volume transaksi bertambah tetapi pendapatan atau margin tidak ikut meningkat secara proporsional, pelaku usaha perlu mengevaluasi kembali struktur penjualan dan biaya pemasaran.
“Jangan pernah jatuh cinta pada ide, tetapi jatuh cintalah pada apa yang dibuktikan oleh data secara faktual. Saat volume pesanan meningkat tetapi pendapatan total justru stagnan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berhenti membeli lalu lintas pengunjung baru dan segera memperbaiki nilai basket size serta struktur konversi toko,” katanya.
Karena itu, pengambilan keputusan dalam pemasaran digital perlu didasarkan pada data operasional toko. Beberapa indikator yang dapat menjadi perhatian antara lain tingkat konversi, nilai rata-rata transaksi, biaya untuk mendapatkan pelanggan, serta tingkat pengembalian atas belanja iklan atau return on ad spend (ROAS).
Pendekatan berbasis data juga penting untuk menentukan apakah penambahan anggaran iklan benar-benar menghasilkan penjualan tambahan atau justru meningkatkan biaya tanpa memberikan keuntungan yang sebanding.
Menjelang periode puncak belanja pada kuartal IV-2026, pelaku usaha juga perlu menyesuaikan strategi berdasarkan karakteristik produknya. Produk dengan siklus pembelian cepat, misalnya, membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan produk bernilai tinggi yang memerlukan pertimbangan konsumen lebih panjang.
Selain iklan, peningkatan nilai keranjang belanja (basket size) dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai transaksi. Pelaku usaha dapat mengevaluasi kombinasi produk, penawaran tambahan, serta pengalaman berbelanja agar konsumen tidak hanya melakukan satu pembelian dengan nilai rendah.
Dengan demikian, momentum peningkatan belanja pada akhir tahun tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar jumlah transaksi, tetapi juga untuk memperkuat efisiensi bisnis. Strategi yang menggabungkan ketepatan target konsumen, optimalisasi konversi, dan pengelolaan anggaran berdasarkan data menjadi semakin penting bagi pelaku e-commerce memasuki kuartal IV-2026.










