Atasi Antrean Panjang Ketapang-Gilimanuk, Waktu Bongkar Muat Dipangkas Jadi 15 Menit
JAKARTA - Regulator dan operator menyepakati memangkas waktu bongkar muat kapal menjadi 15 menit untuk mengurai antrean panjang di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) yang mengular hingga 12 kilometer (km).
Sejak beberapa hari terakhir, kemacetan arus lalu lintas jalur utama dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali terjadi akibat akumulasi kendaraan logistik yang menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
"Tadi, dari ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) termasuk pengusaha (pemilik kapal) sudah sepakat memperbanyak trip kapal dengan dengan mempercepat waktu bongkar muat dari sebelumnya 35 menit menjadi 15 menit," kata Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono (BHS) di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Cek Harga Ayam di Pasar, Mendag: Harga Cukup Bagus, Konsumen Tak Rugi dan Produsen Bisa Berproduksi
Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk dibahas. Mengingat adanya perbaikan peningkatan kapasitas dermaga MB V Ketapang serta Dermaga II di Gilimanuk, sehingga kondisi kekurangan dermaga masih ditambah dengan penurunan kapasitas produksi sekitar 20 persen akibat perbaikan peningkatan kapasitas dermaga, membuat antrean kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk semakin parah.
"Sehingga jumlah trip dan kapasitas muat bisa bertambah sekitar 50 persen," katanya.
Dirinya juga menyarankan mengenai Dermaga Bulusan yang dikelola oleh Pemprov Jatim agar segera dilakukan revitalisasi, termasuk tiang pancang dolphin yang saat ini rubuh untuk ditegakkan. Pelaksanaannya dipercepat oleh PT ASDP Indonesia Ferry, sehingga Dermaga Bulusan bisa dipakai untuk operasional kapal.
Dia juga menekankan, Dermaga Pelengsengan Ketapang yang saat ini masih bisa dioptimalkan dengan merapatkan dan memanjangkan beton pelengsengan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk tempat sandaran kapal, meningkat dari tiga kapal menjadi empat sampai lima kapal. Termasuk juga Dermaga Pelengsengan di Gilimanuk yang saat ini bisa dilakukan pemanjangan beton, dari kapasitas tiga kapal menjadi empat sampai lima kapal.
Penyelesaian pelengsengan ini diharapkan dilakukan oleh ASDP Indonesia Ferry dalam waktu tidak lebih dari satu bulan. Dan diharapkan juga Dermaga MB V dan Dermaga II di Gilimanuk bisa diselesaikan lebih cepat dari target semula.
"Sehingga diharapkan kekurangan dermaga yang saat ini terjadi dan menyebabkan kemacetan bisa diselesaikan dengan mengaktifkan serta mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada, sambil Pemerintah pusat, PT ASDP bisa mengusahakan penambahan pasang dermaga lagi agar jumlah kapal yang saat ini tidak bisa beroperasi 50 akibat kekurangan dermaga, bisa lebih dioptimalkan dengan adanya tambahan dermaga dalam jangka waktu ke depan," katamya.










