Ancaman AS Setop Ekspor Diesel Makin Serius! Eropa Bakal Kelabakan, Pasar Energi Remuk
Krisis bahan bakar global terancam memasuki babak paling gelap, setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara terbuka menyatakan tengah mempertimbangkan secara 'sangat serius' untuk menyetop seluruh ekspor BBM jenis diesel dari AS. Kebijakan itu dilakukan demi menyelamatkan pasokan dan menekan inflasi dalam negerinya jelang pemilu sela (midterm elections) November 2026, mendatang.
Keputusan ekstrem dari negara eksportir diesel terbesar di dunia ini berpotensi meremukkan pasar energi global, terutama Eropa yang kini sudah terhuyung-huyung akibat terputus dari rantai pasok Rusia dan Timur Tengah.
Punya Tunggakan Pajak Kendaraan? Cek Sanksi PKB dan BBNKB yang Dibebaskan hingga Akhir Bulan Ini
Di sela-sela menghadiri turnamen golf Presidents Cup di dekat Chicago, Trump mengonfirmasi langkah radikal yang tengah disiapkan pemerintahan AS kepada wartawan Fox News. Baca Juga: Gertakan Trump Setop Ekspor Diesel Bikin Uni Eropa Panik, Kiamat Energi Makin Nyata?"Kami sedang melihatnya dengan sangat serius-kami mungkin akan melakukannya," ujar Trump menanggapi wacana larangan ekspor diesel, sembari mengakui bahwa kebijakan tersebut mungkin akan sedikit berdampak pada dinamika harga bensin domestik.
Sinyal bahaya ini muncul seiring membumbungnya rata-rata harga diesel di AS hingga menyentuh rekor fantastis USD6,529 per galon (USD1,72 per liter) pada 21 September. Angka tersebut melonjak drastis dari USD5,454 hanya dalam kurun waktu lima minggu.
Eropa Terancam Lumpuh: Inggris dan Belanda Terdampak Paling Parah
Jika AS benar-benar menutup keran ekspornya, Uni Eropa (UE) dan Inggris diprediksi akan mengalami kelumpuhan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pasca memboikot minyak Rusia, Eropa praktis menggantungkan nasibnya pada BBM Amerika Serikat.Baca Juga: Uni Eropa Disebut Terlambat 15 Tahun buat Hadapi Kiamat EnergiData S&P Global membongkar ketergantungan mengkhawatirkan Eropa terhadap AS. Porsi impor Eropa dipaparkan bahwa AS memasok sepertiga impor diesel Eropa tahun ini, dan melonjak hingga 50 pada bulan Agustus.
Selanjutnya pada bulan Agustus, 62 hingga 72 pasokan diesel di kedua negara Inggris dan Belanda tercatat murni berasal dari ekspor AS.
Para analis memperingatkan bahwa jika embargo ekspor AS diberlakukan, harga diesel di Inggris, yang mengimpor 55 kebutuhan dieselnya bisa melesat tinggi dari 2 pounds per liter menjadi 2,50 pounds hingga 3,00 pounds per liter (USD3,35-USD4,02).
"Kami percaya ini adalah ide yang sangat buruk," tegas Juru Bicara Komisi Eropa, Olof Gill menyuarakan kepanikan kawasan Eropa.Krisis diesel global ini merupakan penumpukan dari serangkaian bencana geopolitik yang terjadi bersamaan. Sebut saja Perang AS-Israel vs Iran sudah melumpuhkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Kondisi ini membuat pengiriman BBM dari kawasan Teluk merosot ke level terendah dalam enam tahun terakhir. Lalu serangan bertubi-tubi militer Ukraina merusak kilang-kilang minyak Rusia, memaksa Moskow membatasi ekspor BBM demi mengamankan pasar domestiknya.
Menyadari parahnya kelangkaan diesel dunia, Trump bahkan secara terbuka meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menghentikan sasaran ke fasilitas energi Rusia. "Ada banyak target lain. Jangan hantam bahan bakar diesel. Itu menyakiti dunia," desak Trump.








