Viral! Dokter Tinggalkan Profesi Setelah 20 Tahun dan Pilih Jualan Bakpao demi Kesehatan Mental
JAKARTA - Setelah dua dekade berkecimpung di dunia medis, Dokter Dong Min justru menemukan kebahagiaan dari bisnis kuliner. Kisah perempuan asal China meninggalkan profesinya sebagai dokter dan memilih mengelola toko bakpao kukus di Wuhan, Hubei ini pun viral.
Keputusan Dong untuk meninggalkan dunia kedokteran sempat mendapat penolakan dari keluarganya. Namun, tiga tahun setelah membuka usaha tersebut, bisnisnya berkembang hingga ia membuka gerai kedua pada Juli lalu.
Dong mengaku tetap menjalani aktivitas yang padat. Ia bahkan dapat bekerja lebih dari 10 jam sehari untuk mengelola toko bakpao. Meski demikian, ia merasa tidak lagi menghadapi tekanan psikologis seperti ketika masih menjadi dokter.
“Saat masih menjadi dokter, pikiran untuk berhenti sering terlintas di benak saya. Sekarang, mengelola toko bakpao membuat saya sibuk dan lelah, tetapi saya sangat bahagia sehingga saya tidak bisa berhenti,” kata Dong dilansir dari SCMP.
Berkarier 20 Tahun sebagai Dokter
Dong menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Wuhan dan lulus pada 1999. Ia kemudian mengawali karier sebagai dokter kandungan di Shenzhen.
Beberapa tahun kemudian, Dong kembali ke Wuhan untuk membantu ibunya mengelola klinik swasta. Setelah sang ibu pensiun, klinik tersebut ditutup dan mereka kembali ke kampung halaman di Tianmen, Hubei.
Di sana, Dong bekerja sebagai dokter sekaligus perwakilan hukum sebuah rumah sakit komunitas kecil.
Selama menjalani profesi medis, Dong mengaku menghadapi tekanan yang cukup besar. Tanggung jawabnya tidak hanya berkaitan dengan pelayanan pasien, tetapi juga berbagai urusan nonmedis, termasuk menghadapi pemeriksaan dari sejumlah instansi pemerintah.
“Sebagai seorang dokter, saya menghadapi tekanan mental yang cukup besar. Selain merawat pasien, saya juga harus mencurahkan banyak energi untuk mengelola urusan non-medis, seperti menghadapi inspeksi yang sering dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah,” jelas Dong.
Ia juga menyinggung tekanan yang dapat muncul ketika terjadi perselisihan antara rumah sakit dan pasien.
“Sudah umum diketahui bahwa hubungan antara rumah sakit dan pasien seringkali tegang di Tiongkok. Dalam kasus sengketa medis, saya memikul tanggung jawab penuh karena saya adalah perwakilan hukum rumah sakit,” tambahnya.
Beralih Jualan Bakpao
Ketertarikan Dong terhadap bisnis bakpao kukus muncul pada 2023. Saat itu, ia mendapat inspirasi dari seorang teman yang keluarganya memiliki usaha serupa.
Dong awalnya berinvestasi di sebuah toko bakpao. Namun, ketika koki di toko tersebut tiba-tiba mengundurkan diri, ia memutuskan untuk mempelajari sendiri cara membuat bakpao.
Ia kemudian berhasil menguasai keterampilan tersebut dan menemukan kesenangan dalam proses pembuatannya. Pengalaman itu membuat Dong semakin yakin untuk meninggalkan karier medis dan fokus menjalankan bisnis kuliner.
Keputusannya sempat ditentang keluarga. Pasalnya, profesi dokter masih dipandang sebagai pekerjaan yang terhormat dan disegani.
Namun, Dong memilih mengikuti keputusan yang menurutnya dapat membuat hidup lebih bahagia.
“Saya hampir berusia 50 tahun dan telah melalui banyak pengalaman. Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Saya hanya ingin menjalani hidup yang saya cintai dan hidup untuk diri saya sendiri,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, keluarga Dong mulai menerima pilihannya. Ibu dan saudara laki-lakinya bahkan turut memberikan dukungan dengan sesekali membantu di toko.
Bukan Satu-Satunya Dokter yang Beralih Profesi
Kisah Dong disebut menjadi bagian dari tren sejumlah tenaga medis di China yang meninggalkan pekerjaan di rumah sakit untuk menjalani profesi atau usaha lain.
Pada 2024, seorang dokter yang telah bekerja selama 13 tahun di laboratorium klinis sebuah rumah sakit besar di Yiwu, Zhejiang, juga memutuskan untuk berhenti. Ia kemudian membuka usaha warung jajanan kaki lima.
Dokter tersebut menyebut pendapatan dari bisnis kulinernya jauh lebih besar dibandingkan penghasilan sebelumnya yang berada di bawah 10.000 yuan atau sekitar USD1.500 per bulan.
Komunitas Xing Lin Yuan, akun media sosial yang membahas kehidupan para dokter di China, menilai persoalan yang dihadapi tenaga medis tidak hanya berupa kelelahan fisik, tetapi juga tekanan mental.
“Para dokter tidak hanya dibebani oleh kelelahan fisik; mereka juga menderita kelelahan mental. Ini adalah masalah struktural yang memengaruhi seluruh industri, bukan hanya individu,” komentar komunitas tersebut.
“Mereka menghadapi tugas-tugas non-medis yang tak ada habisnya dan risiko yang terkait dengan keluhan pasien, namun pendapatan mereka tidak mencerminkan pendidikan dan upaya ekstensif yang mereka investasikan,” demikian kesimpulan editorial tersebut.
Bagi Dong, perubahan karier bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Ia meyakini seseorang tetap memiliki kesempatan untuk mengubah jalan hidupnya.
“Tidak ada jawaban pasti dalam hidup. Tidak pernah ada kata terlambat untuk melakukan perubahan,” ujar Dong.
“Saya berharap dapat menjalankan toko bakpao saya sampai saya tidak mampu bergerak lagi,” pungkasnya.










