Jobstreet Bagikan 5 Tips dan Cara HR Turut Pacu Pertumbuhan Bisnis Perusahaan
IDXChannel—Jobstreet by SEEK membagikan peran yang dapat diambil oleh human resources untuk ikut memacu pertumbuhan bisnis perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia pada suatu perusahaan yang relevan dapat membangun kapabilitas jangka panjang di dunia kerja.
Jobstreet menyoroti sejumlah pelajaran penting bagi profesional HR, pemimpin bisnis, dan pencari kerja dalam membangun organisasi yang siap menghadapi perubahan. Mulai dari pentingnya HR menjadi bagian dari strategi bisnis, penguatan budaya layanan, hingga pengembangan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Hal ini disampaikan dalam perbincangan bersama Ana Febriana Triastuti, Chief Human Capital Officer Mayapada Healthcare Group, dalam episode Power Talks bertajuk “Peran HR: Dari Business Support Jadi Engine of Business Growth”.
Dalam episode tersebut, Ana membagikan pengalaman memimpin perubahan organisasi di berbagai industri serta pandangannya mengenai peran HR dalam mendorong pertumbuhan bisnis.
5 Cara HR Mendorong Pertumbuhan Bisnis
Nasabah Bank Mandiri Ramai-ramai Gunting Kartu ATM, Protes Pemblokiran Rekening Aktivis Pati
Dirangkum dari diskusi tersebut, ada lima pelajaran kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang relevan bagi perusahaan maupun profesional yang ingin membangun kapabilitas jangka panjang di dunia kerja yang terus berubah.
1. HR perlu menjadi bagian dari strategi bisnis
Ana menekankan bahwa HR tidak cukup hanya berperan sebagai fungsi pendukung yang menangani rekrutmen, administrasi, dan kebijakan karyawan. HR perlu memahami arah bisnis dan dilibatkan sejak awal dalam pengambilan keputusan agar dapat menerjemahkan strategi perusahaan ke dalam kebutuhan organisasi, cara kerja, serta kapabilitas tenaga kerja.
Peran ini menjadi semakin penting ketika perusahaan melakukan perubahan, seperti mengembangkan unit bisnis baru, menyesuaikan struktur tenaga kerja, atau menghadapi situasi kritis.
Dengan memahami konteks bisnis secara utuh, HR dapat membantu organisasi menjalankan perubahan dengan lebih terarah dan meminimalkan hambatan.
“Apapun challenge yang diberikan kepada saya itu saya berusaha lakukan lampaui,” ungkap Ana.
2. Perubahan organisasi membutuhkan HR yang berani dan adaptif
Menurut Ana, organisasi membutuhkan HR untuk menjalankan perubahan yang diperlukan, khususnya ketika kondisi bisnis menuntut perusahaan bergerak cepat. Perubahan tersebut dapat mencakup diversifikasi bisnis, pembentukan fungsi baru, perubahan model kerja, maupun penyesuaian jumlah dan kompetensi tenaga kerja.
Dalam proses tersebut, HR perlu mampu membangun kepercayaan, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta berkomunikasi dengan jelas kepada berbagai pemangku kepentingan.
Keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan menyelesaikan tantangan menjadi bagian penting dari kepemimpinan HR.
3. Budaya layanan perlu diterjemahkan ke dalam perilaku sehari-hari
Ana menjelaskan bahwa industri kesehatan menghadapi ekspektasi layanan yang semakin tinggi setelah pandemi, sementara persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan tenaga profesional, termasuk dokter dan perawat, juga semakin ketat.
Dalam konteks tersebut, HR memiliki peran untuk membantu membangun budaya kerja yang mendukung kualitas layanan dan keselamatan pasien.
Pendekatan “Deliver Better Care” di Mayapada Healthcare Group menjadi contoh bagaimana berbagai aktivitas HR, mulai dari rekrutmen, asesmen, pengembangan pemimpin, peningkatan keterampilan, pengakuan, hingga manajemen kinerja, dapat diselaraskan dengan tujuan organisasi.
Bagi Ana, nilai organisasi perlu diterjemahkan menjadi perilaku yang sederhana dan dapat diterapkan setiap hari. Perilaku tersebut mencakup kolaborasi, perhatian terhadap detail dan akurasi, tanggung jawab, serta empati.
4. Organisasi perlu bergerak cepat dengan tetap tepat dan dapat diandalkan
Ana juga membagikan prinsip yang menjadi DNA baru organisasi, yaitu “fast, right, and reliable”. Menurutnya, kecepatan perlu diimbangi dengan ketepatan agar hasil yang diberikan tetap dapat diandalkan.
“Kalau fast enggak right, bahaya. Kita perlu fast, right, untuk bisa reliable,” ujar Ana.
Prinsip tersebut relevan bagi HR maupun pemimpin bisnis yang perlu merespons perubahan dengan cepat tanpa mengabaikan akurasi, kualitas, dan dampak keputusan terhadap manusia.
Dalam industri kesehatan, perhatian terhadap detail dan ketepatan bahkan memiliki kaitan langsung dengan kualitas layanan yang diterima pasien.
5. Talenta perlu terus belajar dan mengembangkan kualitas manusia
Bagi para profesional dan pencari kerja, Ana menyarankan agar mereka terus memperbarui keterampilan sesuai perkembangan industri dan teknologi.
Kecerdasan artifisial (AI) dapat membantu mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas, namun pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan karakter, ketangguhan, dan kemauan untuk terus belajar.
Ia juga mendorong profesional muda untuk menunjukkan energi, keberanian mengambil tantangan, serta komitmen menyelesaikan tanggung jawab. Menurutnya, pengalaman dan keterampilan yang relevan saat ini belum tentu tetap relevan di masa depan.
Selain membangun keahlian, Ana menilai pemimpin juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan pertumbuhan orang-orang yang dipimpinnya. Melalui coaching dan mentoring, pemimpin dapat membantu anggota tim mengembangkan kerangka berpikir, membangun growth mindset, dan bertumbuh secara berkelanjutan.
(Nadya Kurnia)









