Prabowo Minta Kejaksaan-Polri Tingkatkan Integritas: Bersih, Tidak Korup

Prabowo Minta Kejaksaan-Polri Tingkatkan Integritas: Bersih, Tidak Korup

Nasional | okezone | Jum'at, 18 September 2026 - 14:49
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta kompetensi, integritas, dan profesionalisme aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan dan kepolisian, terus ditingkatkan. Menurutnya, aparat penegak hukum yang bersih, tidak korupsi, dan dapat diandalkan menjadi salah satu syarat negara berhasil.

"Ya saya kira mau tidak mau kita harus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme baik kejaksaan maupun kepolisian. Itu mau tidak mau. Jadi salah satu syarat negara yang berhasil adalah aparat penegak hukum yang bisa diandalkan. Berarti bersih, tidak korup," kata Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Jumat (18/9/2026).

Prabowo mengakui upaya tersebut menjadi tantangan besar. Sebab, aparat penegak hukum berhadapan langsung dengan masyarakat sekaligus menangani berbagai bentuk kejahatan.

"Ini tantangan yang sangat besar. Karena godaan sangat besar. Iya kan? Karena memang penegak hukum ini selalu berurusan sama rakyat," ujarnya.

Ia mengatakan, aparat penegak hukum juga berhadapan dengan berbagai jenis kejahatan, mulai dari kejahatan kerah putih hingga penyelundupan, narkoba, dan perjudian.

"Kedua, dia berurusan dengan kejahatan. Ya, dengan crime. Apakah crime itu white-collar crime, atau dan sebagainya. Penyelundupan. Iya kan? narkoba, judi, dan sebagainya. Jadi di semua negara bagaimana membuat aparat penegak hukum dan sistem yudikatif semuanya ya, polisi, jaksa, dan pengadilan, inilah kunci kita berhasil atau tidak. Dan ini tantangannya," kata Prabowo.

Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya pembenahan pendidikan serta kepemimpinan di setiap institusi. Dia juga telah memberikan imbauan kepada seluruh lembaga agar melakukan pembenahan internal.

"Jadi kita harus memperbaiki pendidikan dan saya juga sudah, sudah memberi istilahnya isyarat atau imbauan ke semua lembaga untuk membersihkan diri masing-masing. Leadership masing-masing. Termasuk TNI. Ya karena kita mengerti... kekurangan ini... penyelewengan, tidak disiplin, korupsi, itu... itu penyakit yang menjangkiti semua institusi," tuturnya.

Prabowo juga mengingatkan para pemimpin di lingkungan TNI untuk berani menegakkan disiplin dan memberikan teladan. "Ya. Saya ingatkan adik-adik saya, junior-junior yang memegang kepemimpinan di TNI dan di mana-mana, saya ingatkan... bahwa sebagai pemimpin kita harus berani menegakkan disiplin ke dalam. Dan memberi contoh ke dalam," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti praktik tambang ilegal yang menurutnya kerap mendapatkan perlindungan dari pihak yang memiliki kekuasaan.

"Dan di ujungnya, kita harus berani bertindak kepada penyimpangan. Ya... kalau... ada umpamanya tambang-tambang ilegal, biasanya itu dapat backing. Dapat perlindungan. Dari siapa? Ya dari mereka yang punya kekuasaan kan. Ya ini... ini yang harus kita... kita tertibkan. Makanya... makanya pekerjaan Indonesia ini tidak... tidak gampang kita. Tapi harus kita lakukan," kata Prabowo.

Dia pun menilai seluruh institusi perlu melakukan revitalisasi dengan didukung kepemimpinan yang kuat.

"Alhamdulillah muncul mungkin generasi-generasi yang lebih muda yang sadar. Jadi setiap saya kasih pengarahan kadang-kadang kepada komandan-komandan batalyon ke atas, saya kasih slide-slide ini. Saya paparkan. "Kamu mau negaramu seperti ini terus?". Karena kamu nanti yang akan ambil alih. Kalau ini diteruskan... susah Indonesia bertahan. Jadi itu... itu tantangannya itu. Memang benar. Semua institusi harus kita apa? Revitalisasi. Ya. Dan ini butuh leadership yang bagus dari pejabat-pejabat yang mimpin," paparnya.

Prabowo juga menyinggung perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang membuat praktik penipuan maupun aliran kekayaan hasil korupsi semakin mudah ditelusuri. "Dan saya sampaikan dengan baik ya. Saya sampaikan, dunia sekarang ini, the digital age, ada digitalisasi, ada AI, ya kan. Bagaimana mau sembunyikan apa itu tindakan-tindakan penipuan seperti itu kan. Cepat ketahuan gitu loh. Dan mau sembunyikan di mana kekayaan-kekayaan hasil korupsi, benar nggak? Ya kan. Ya ujungnya nanti ya kita harus harus... harus lebih pandai mencari bunker-bunker itu. Bener nggak? Iya kan," ucapnya.

Menurut Prabowo, perkembangan sistem keuangan juga memungkinkan aliran uang ditelusuri. "Karena... karena sekarang bisa ditelusuri kok uang ke mana. Iya kan. Dan bank-bank itu juga bisa kena denda kalau dia menerima uang-uang hasil korupsi itu. Dunia sekarang agak lain gitu. Dunia sekarang ya. Enggak segampang... Contohnya kayak PBB yang keluarkan angka. Iya kan? Di Indonesia nggak bakal kita ketemu ini. Kita dapat ini kan dari PBB, dari Bank Dunia," paparnya.

Topik Menarik