Jangan Keliru! Desil Bukan Penentu Kaya atau Miskin

Jangan Keliru! Desil Bukan Penentu Kaya atau Miskin

Ekonomi | okezone | Minggu, 13 September 2026 - 17:10
share

JAKARTA - Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil tidak serta-merta menunjukkan seseorang tergolong kaya atau miskin. Desil pada dasarnya digunakan untuk memetakan posisi kesejahteraan penduduk atau keluarga secara relatif dibandingkan kelompok lainnya.

Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menjelaskan, desil membagi penduduk atau keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Dengan demikian, seseorang yang berada di desil tertentu tidak otomatis dapat disebut sebagai masyarakat miskin atau kaya secara mutlak.

"Desil by definition hanya membagi jumlah penduduk atau keluarga dengan box yang sama, dalam hal ini 10 bagian setiap desil," kata Achmad dalam podcast The Daily Buzz Okezone, Minggu (13/9/2026).

Desil Menunjukkan Posisi Relatif

Achmad menjelaskan, konsep desil lebih tepat dipahami sebagai alat untuk melihat posisi relatif kesejahteraan seseorang atau keluarga di antara populasi.

Artinya, desil tidak secara langsung menetapkan batas bahwa masyarakat di desil tertentu pasti miskin, sedangkan masyarakat di desil lainnya pasti kaya.

Pembagian tersebut dilakukan dengan mengelompokkan penduduk ke dalam 10 bagian. Semakin rendah desil, semakin rendah pula posisi kesejahteraan relatifnya dibandingkan kelompok lain.

Jangan Samakan Desil dengan Status Kaya atau Miskin

Menurut Achmad, persoalan dapat muncul ketika kategori desil digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan apakah seseorang layak mendapatkan bantuan pemerintah.

Ia menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam menggunakan data tersebut karena posisi relatif seseorang dalam desil tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi secara mutlak.

"Ketika desil dijadikan suatu kriteria seseorang untuk tidak dapat bantuan, menurut saya di sinilah ketidakadilannya," ujarnya.

Masyarakat Perlu Tahu Posisi Desilnya

Meski demikian, Achmad menilai masyarakat tetap perlu mengetahui posisi desil masing-masing. Hal ini menjadi semakin penting karena kategori desil digunakan dalam berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dan bantuan energi.

Menurutnya, masyarakat dapat mengecek posisi desil melalui layanan yang disediakan pemerintah dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Kalau dalam kebijakan baru seseorang menerima atau tidak menerima, dalam hal ini bantuan energi, maka semua orang harus aware, harus mengetahui posisi dia di desil berapa," tuturnya.

Topik Menarik