Hadiri KTT BRICS di India, Prabowo Dijadwalkan Sampaikan Pandangan di Dua Sesi Utama

Hadiri KTT BRICS di India, Prabowo Dijadwalkan Sampaikan Pandangan di Dua Sesi Utama

Nasional | okezone | Sabtu, 12 September 2026 - 15:24
share

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang digelar pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India. KTT BRICS 2026 mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, agenda utama KTT BRICS terdiri atas dua sesi. Pertama, pertemuan khusus BRICS Member Countries atau closed session dengan topik Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism.

Sementara itu, sesi kedua merupakan pertemuan dengan BRICS Partner Countries atau open session dengan topik Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth.

"Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada 2 sesi utama KTT BRICS," kata Susiwijono dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Pada sesi pertama, Prabowo akan menyampaikan pandangan Indonesia yang dikhususkan bagi negara anggota BRICS. Sementara pada sesi kedua, pandangan tersebut akan disampaikan secara terbuka kepada negara anggota dan mitra BRICS.

Susiwijono mengatakan, sejumlah substansi kunci akan dibahas dalam Keketuaan BRICS India 2026. Pembahasan mencakup pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan.

"Isu terkait reformasi lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, mekanisme implementasi Local Currency Settlement (LCS), upaya mendorong rantai pasok global yang tangguh, serta penegasan pentingnya sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan menjadi bahasan pada bidang perekonomian," pungkasnya.
 

Topik Menarik