Cara Mengatur Keuangan Keluarga saat Bencana Alam, Perlukah Pakai Dana Darurat?

Cara Mengatur Keuangan Keluarga saat Bencana Alam, Perlukah Pakai Dana Darurat?

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 11 September 2026 - 17:02
share

JAKARTA Bencana alam tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga. Saat terjadi situasi darurat, masyarakat perlu mengatur pengeluaran dengan bijak agar kebutuhan utama tetap terpenuhi tanpa mengganggu kestabilan finansial dalam jangka panjang.

Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, dana yang sebaiknya digunakan saat menghadapi kondisi bencana adalah dana darurat. Menurutnya, dana tersebut memang disiapkan untuk menghadapi kebutuhan yang muncul secara tiba-tiba dan tidak masuk dalam perencanaan keuangan rutin.

“Untuk pengeluaran dalam kondisi bencana, idealnya kita menggunakan dari pos dana darurat. Karena dana darurat memang diperuntukkan untuk keperluan-keperluan yang bersifat darurat, di luar perhitungan, dan tidak terprediksi. Bencana alam merupakan salah satu hal yang masuk kriteria tersebut,” ujar Andy.

Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu membuat pos anggaran khusus bencana apabila sudah memiliki dana darurat yang cukup. Namun, penting untuk memastikan jumlah dana darurat mampu menutupi kebutuhan keluarga selama masa pemulihan.

Atur Keuangan saat Bencana

Menurut Andy, ada sejumlah pengeluaran yang perlu dipersiapkan ketika keluarga menghadapi bencana alam, antara lain:

1. Kebutuhan Makan Sehari-hari

Kebutuhan pangan menjadi prioritas utama saat kondisi darurat. Dana perlu dialokasikan untuk membeli makanan dan minuman selama akses terhadap kebutuhan pokok terganggu.

2. Biaya Komunikasi

Saat bencana terjadi, komunikasi menjadi hal penting untuk mengetahui kondisi keluarga maupun mendapatkan informasi terbaru. Karena itu, biaya pembelian paket data atau kebutuhan komunikasi lainnya perlu diperhitungkan.

3. Transportasi untuk Evakuasi

Jika kondisi mengharuskan keluarga berpindah ke tempat yang lebih aman, biaya transportasi juga perlu disiapkan. Pengeluaran ini dapat mencakup biaya kendaraan pribadi maupun moda transportasi lain.

4. Pakaian dan Kebutuhan Pribadi

Bencana yang menyebabkan seseorang harus mengungsi membuat kebutuhan pakaian dan perlengkapan pribadi menjadi penting. Termasuk di dalamnya kebutuhan khusus seperti popok bagi bayi atau pembalut bagi perempuan yang sedang menstruasi.

5. Perbaikan Rumah dan Perabotan

Setelah kondisi mulai membaik, keluarga mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk membersihkan rumah, memperbaiki kerusakan, atau melakukan renovasi jika terdampak bencana.

Selain itu, dana juga dapat digunakan untuk mengganti perabotan rumah tangga yang rusak akibat bencana.

6. Perbaikan Kendaraan

Kendaraan yang terdampak bencana juga dapat menimbulkan pengeluaran tambahan. Biaya perbaikan kendaraan bermotor perlu diperhitungkan, bahkan dalam kondisi tertentu keluarga mungkin harus membeli kendaraan baru jika kendaraan sebelumnya hilang atau mengalami kerusakan berat.

Andy mengingatkan, keberadaan dana darurat menjadi salah satu bentuk perlindungan finansial bagi keluarga. Dengan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih fokus menghadapi proses evakuasi dan pemulihan tanpa terlalu terbebani masalah keuangan.

“Dana darurat bukan hanya untuk kondisi seperti kehilangan pekerjaan atau sakit, tetapi juga untuk menghadapi kejadian tidak terduga seperti bencana alam,” jelasnya.

Topik Menarik